Tampilkan postingan dengan label Wawasan Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2015

Siapakah Wafa???

SUBHANALLAH, TERNYATA NAMANYA WAFA

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami.
Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya.
Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa.
Di kesempatan lain, Wafa ditanya oleh beberapa temannya. “Why do you wear that thing on your head?” Dengan percaya diri sebagai seorang muslim, dia menjawab, “Because I’m muslim,” Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi, “But what you’re wearing that for?” Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, Wafa menjawab,”Well, because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.” Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini.
Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim. Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya. Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim. Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.
Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku Character Building, karangan Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih tersebut sungguh menginspirasi kita bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan. Di negeri yang mayoritas non muslim, Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut. Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini, kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim. Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih dini bukanlah halangan untuk menanamkan rasa bangga sebagai seorang muslim kepada anak. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain:
Pertama, kita bangkitkan kebanggaan menjadi muslim di dada mereka. Sejak awal, kita tumbuhkan kepercayaan diri yang kuat dan harga diri sebagai seorang muslim, sehingga mereka memiliki kebanggaan yang besar pada agamanya. Mereka berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan penuh percaya diri. “Isyhadu bi anna muslimun. Saksikan bahwa aku adalah seorang muslim!”
Kedua, kita biasakan mereka untuk memperlihatkan identitas sebagai seorang muslim, baik yang bersifat fisik, mental, maupun cara berpikir. Inilah yang sekarang ini rasanya perlu kita gali lebih jauh dari khazanah Islam. Bukan untuk menemukan sesuatu yang baru, melainkan untuk menemukan apa yang sudah dilakukan generasi terdahulu yang berasal dari didikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga, kita bangkitkan pada diri mereka al wala’ wal bara’ sehingga memperkuat percaya diri mereka. Apabila mereka berjalan, ajarkanlah mereka untuk tidak menepi dan menyingkir karena grogi berpapasan dengan orang non muslim. Kita tidak bersikap arogan. Kita hanya menunjukkan percaya diri kita sehingga tidak menyingkir karena gemetar.
Semoga kita senantiasa istiqamah dan bangga dengan identitas sebagai seorang muslim. Seperti halnya Wafa dalam kisah di atas. Kebanggaannya sebagai seorang muslim bak sebuah mahkota yang bukan saja meningkatkan derajat di antara kerumunan orang lain, melainkan juga memancarkan cahaya yang membuat potensi dan kemampuannya semakin terlihat.

Silakan di-share sahabat untuk saling mengingatkan identitas kita bangga sebagai seorang Muslim sebagaimana belajar dari gadis kecil Wafa
Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur atas nikmat Iman & Islam yang diberikan Allah SWT.. Aamiin


Mukjizat Air Zam Zam

Permukaan air ZamZam adalah sekitar 10.6 kaki di bawah permukaan tanah .
Adalah sebuah mukjizat dari Allah SWT bahwa ketika sumur Zam Zam
dipompa terus menerus selama 24 jam tanpa henti dengan tingkat sedotan 8 ribu liter/detik, permukaan sumur akan turun hingga 44 kaki di bawah permukaan tanah.

TETAPI, ketika pemompaan berhenti, permukaan sumur segera kembali pada 13 kaki di bawah permukaan tanah setelah 11 menit.

8 ribu liter/detik

Berarti 8,000 x 60 = 480,000 liter/menit
Berarti 480,000 x 60 = 28.8 juta liter/jam
Berarti 28,800,000 x 24 = 691.2 juta liter/hari

Jadi ada 690 juta liter air ZamZam dipompa dalam 24 jam tetapi sumurnya terisi kembali hanya dalam waktu 11 menit !!!

Ada dua mukjizat di sini.

Pertama, bahwa sumur ZamZam terisi kembali dengan segera, & kedua bahwa Allah SWT memiliki kontrol absolut yang luar biasa untuk tidak mengisi sumur Zam Zam secara berlebihan sebab jika tidak terkontrol, dunia bisa-bisa TENGGELAM oleh luapan air Zam Zam yang demikian besar!

Kejadian ini sesungguhnya adalah terjemahan dari kata Zam Zam, yang berarti "Stop ! !! Stop !!!!", demikian kata Hajirah Alaih As Salaam.


Selasa, 07 Juli 2015

NIKMAT

Jangan risau pada nikmat yang belum datang.

 

Allah Swt berfirman,

 وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٍ۬ فَمِنَ ٱللَّهِ‌ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ

 “Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An Nahl [16]: 53).

 

Jangan kita khawatir terhadap nikmat yang belum datang kepada kita. Sesungguhnya segala nikmat itu milik Allah Swt dan Dia Yang Maha Memberikannya kepada kita. Nikmat Allah Swt tersebut akan diberikan kepada kita apabila kita mau bersikap mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

 

Allah Swt berfirman,

 وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim [14]: 7).

 

Sikap bersyukur itu bagaikan tali yang menarik nikmat lain yang belum datang kepada kita. Apabila kita bersyukur, maka sikap kita tersebut akan mengikat nikmat yang sudah datang dan mengundang atau menarik nikmat-nikmat lainnya yang belum datang sehingga menghampiri kita.

 

Tidak perlu risaukan nikmat-nikmat yang belum datang kepada kita. Tidak perlu kita khawatir tidak akan mendapatkan nikmat-nikmat lain yang telah didapatkan oleh orang lain. Akan tetapi takutlah jika kita tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah kita terima dari Allah Swt.

 

Karena apabila kita tidak mensyukuri nikmat yang telah didatangkan oleh Allah Swt kepada kita, maka akan lepaslah nikmat itu dari genggaman kita. Jika nikmat tersebut sudah terlepas dari genggaman kita, bagaimana ia bisa mengundang nikmat lain untuk datang kepada kita. Malah yang akan muncul adalah malapetaka sebagai akibat sikap kita yang tidak bersyukur, sebagaimana firman Allah Swt tersebut di atas.

 

Tidak perlu khawatirkan uang yang belum datang kepada kita. Takutlah jika uang yang sudah ada di tangan kita, tidak kita syukuri. Karena sikap tersebut akan mengakibatkan sirnanya uang yang ada pada kita dan menjauhkan kita dari nikmat-nikmat lainnya.

 

Jika kita masih bertempat tinggal di rumah kontrakan, kemudian menghadapi kenyataan naiknya harga tanah dan harga rumah. Maka tidak perlulah kita takut dan khawatir. Karena yang menjadi masalah ketika kita tidak mampu beli rumah adalah bukan kerena harga tanah atau harga rumah naik, melainkan karena kita tidak memiliki uang untuk membelinya.

 

Oleh karena itu, tidak perlu takut dan khawatir, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. Jika Allah berkehendak memberikan rezeki kepada kita, maka berapapun tingginya harga tanah atau rumah, kita akan sanggup membelinya. Orang yang membangun hotel saja dicukupkan uangnya oleh Allah Swt, padahal kemudian berbagai perbuatan negatif terjadi di dalam hotel itu. Apalagi orang yang hendak membangun masjid atau orang yang hendak membangun rumah demi menaungi anak dan istrinya.

 

Tidak ada pemberi nikmat selain Allah Swt. Apapun yang selain Allah, bukanlah pemberi. Segala yang selain Allah hanyalah perantara atau jalan. Jangan berharap kepada perantara atau jalan, berharaplah kepada sumber.

 

Jika ada selang, jangan pernah berharap ada air keluar dari selang, berharaplah sumber air memancarkan air. Meskipun selangnya banyak, jika sumber airnya tidak memancarkan air, maka percuma saja selang-selang itu hadir. Daripada kita memperhatikan selang, akan lebih baik bila kita memperhatikan bagaimana mata air bisa memancar air.

 

Ada satu pertanyaan, apakah ada pembeli yang bisa memberi rezeki kepada kita seandainya kita berposisi sebagai penjual? Pada hakikatnya tidaklah demikian. Bukan pembeli yang memberikan rezeki kepada kita. Pembeli itu hanyalah pengantar atau perantara rezeki. Adapun sumber rezeki itu adalah Allah Swt.

 

Apakah yang menjamin kehidupan bulanan kita adalah gaji atau pesangon dari kantor? Tentu saja bukan. Gaji atau pesangon hanyalah salah satu jalan rezeki dari Allah Swt. Banyak yang tidak punya gaji dan tidak punya pesangon, akan tetapi dia tetap hidup dan sehat.

 

Apakah suami pemberi rezeki? Tentu saja bukan. Seandainya seorang suami meninggal dunia, itu bukan berarti rezeki sang istri terputus. Rezeki tetap mengalir untuknya dari perantara atau jalan yang lain. Bahkan di dunia ini lebih banyak yang meninggal suaminya daripada istrinya. Ketika seorang isteri ditinggal mati oleh suaminya, maka sesungguhnya Allah Swt tetaplah ada.

 

Tidak perlu gelisah atas nikmat yang belum kita dapatkan. Sikap seperti itu tidaklah penting dan tidak akan memberikan efek positif pada diri kita. Sikap yang penting kita lakukan adalah mensyukuri nikmat yang sudah Allah Swt berikan kepada kita. Karena sikap syukur akan mendatangkan nikmat-nikmat lain dan melipatgandakan nikmat yang sudah ada. Sedangkan sikap kufur atau tidak bersyukur akan menggerus nikmat yang sudah kita miliki dan menjauhkan kita dari nikmat yang belum kita punyai, naudzubillahi mindzalik.

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Minggu, 28 Juni 2015

MENGGAPAI RIDHO ALLAH

MENGGAPAI RIDHO ALLAH

🌸🍃🍃🌱🌻🌱

Suatu saat kita akan berhadapan dengan Allah mempertanggungjawabkan hidup yang kita lewati di dunia, semua manusia akan digiring pada ujung kehidupan yaitu kematian dan setelah kematian adalah menuju kehidupan yang kekal yaitu surga yang akan diberikan karena Rahmat Allah. Kenikmatan surga tidak sebanding dengan amal ibadah kita walaupun banyak, apalagi yang lalai dan sedikit sekali amalannya, atau kadang-kadang ibadahnya. Surga hanya diberikan kepada orang yang mendapat rahmat dari Allah.

👣🐾👣
A. Menjalani Hidup Dengan Ikhlas
Bermacam-macam ragam orang menyikapi hidup, orang yang anggota keluarganya utuh mempunyai harta yang cukup masih saja tidak bersyukur dengan apa yang ada. Tapi ada pula orang yang mempunyai anak yang cacat namun menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada. Orang yang menjalani hidup dan menerima apapun yang sudah menjadi bagiannya akan terasa ringan karena mereka tahu hidup di dunia hanya sementara. Firman Allah, Artinya : ”.... MEREKA BERGEMBIRA DENGAN KEHIDUPAN DUNIA, PADAHAL KEHIDUPAN DUNIA ITU (DIBANDING DENGAN) KEHIDUPAN AKHIRAT, HANYALAH KESENANGAN (YANG SEDIKIT). (QS. Ar-Ra’du : 26) Sabda Rasul : - ”Hiduplah di dunia ini, seolah-olah engkau seorang pengembara”. - ”Seandainya kamu menginfakkan emas sebesar gunung uhud Allah tidak akan menerimanya darimu sebelum kamu beriman kepada Qadar dan kamu meyakini bahwa apa yang terjadi pada dirimu pasti tidak akan meleset dan takdir yang menimpamu memang sudah digariskan, yakinilah itu agar dirimu dijauhkan dari api neraka”.
Kala kita menerima kehidupan atau musibah dengan menggerutu dan tidak ikhlas menerimanya, maka takdir pun akan tetap berjalan dan kita akan berdosa. Namun bila kita ikhlas menerimanya pasti akan memberi pahala dan mungkin saja penderitaan akan diubah menjadi keberkahan yang melimpah.

🍃🌾🍃
B. Mengundang Rahmat Allah
Bagaimana caranya agar kita selalu ingin di Rahmati Allah? Tentunya kita harus melakukan yang Allah sukai, yaitu :
1. Allah menyukai orang yang sabar : - Sabar menanggung problema hidup. - Sabar menjauhi larangan Allah. - Sabar melaksanakan perintah-Nya.
2. Allah menyukai orang yang memaafkan: - Baik ketika dimintai maaf - Juga memaafkan orang yang tidak meminta maaf
3. Allah menyukai kerukunan (silaturahmi) dan Allah akan memberi rahmat pelakunya.
4. Allah menyukai orang yang suka menolong orang karena setiap diri manusia diakhirat kelak perlu pertolongan Allah. Firman Allah : Artinya : ”SESUNGGUHNYA ALLAH MENCINTAI ORANG YANG BERBUAT BAIK”. (QS. Al-Baqarah (2) : 195)
5. Orang yang selalu memasukkan rasa bahagia ke hati orang lain.
Banyak orang yang ketika berjumpa dengan sesamanya selalu mencela atau menyindir dan kadang menampakkan wajah kurang suka. Namun tak sedikit seseorang yang kala berjumpa dengan orang selalu memberi nasihat bila diminta, menghibur dan membesarkan hati orang. Jadilah mukmin yang kala orang melihat akan merasa senang dan aman. Janganlah menjadi orang yang ketika dilihat (jumpa) orang akan menghindar karena takut gangguan lidah kita.

❤💕❤
C. Orang yang bertaubat akan dicintai Allah Manusia yang sadar bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia membutuhkan Allah akan berjalan menuju sikap tobat dan mengharap ridha Allah, karena dengan bertaubat otomatis hati menjadi tenteram dan damai. Firman Allah, Artinya: ”DAN BERTAUBATLAH KAMU SEKALIAN KEPADA ALLAH, HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN SUPAYA KAMU BERUNTUNG”. (QS. An-Nur(24): 31)
Dalam bertaubat hendaklah kita taubat dengan ikhlas bukan karena takut terbuka aib atau takut karena kedudukan/jabatan. Kadang orang tidak berbuat dosa lagi hanya karena kesempatannya sudah tidak ada lagi, misalnya: tidak korupsi karena sudah tidak mempunyai jabatan lagi, atau tidak berselingkuh lagi karena sudah terbongkar aibnya atau sudah tidak sehat lagi. Jangan pula bertaubat karena ingin pujian manusia atau menjaga kehormatan pangkat dan kedudukan. Marilah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat dan dalam hal apapun marilah kita perbaiki niat kita. Firman Allah, Artinya : ”HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERTAUBATLAH KEPADA ALLAH DENGAN TAUBATAN NASUHAA (TAUBAT YANG SEMURNI-MURNINYA”. (Q.S. At-Tahrim (66): 8)
Umat Islam adalah umat yang dirahmati dan berkewajiban menyebarkan rahmat pula ke setiap orang.

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
BP2A-RDI/168/1/IX/1436
📆Sabtu, 10 Ramadhan 1436/27 Juni 2015
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Follow us :
👥FB : Rumah Dakwah Indonesia - RDI

Senin, 15 Juni 2015

Ainul Mardhiah

KISAH "AINUL MARDHIAH" BIDADARI TERCANTIK DI SURGA

Kisah Ainul Mardhiah diceritakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi. 
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.

Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. 
Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga". 

Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. 
Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.

Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?"
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. 
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya. 
Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelapperhiasan. 
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. 
Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. 
Pemuda itu pun bertanya."Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat, 
tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. 
Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. 
Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".

(HR TIRMIDZI)

Kamis, 11 Juni 2015

Begini Cara Imam Malik Menyambut Ramadhan

Mengingat perkataan Ibnu Abdil Hakim tentang kebiasaan Imam Malik, guru dari Imam Syafi’i, selama bulan Ramadhan. Alangkah jauh bedanya. Ibnu Abdil Hakim berkata, ”Jika tiba bulan Ramadhan, Imam Malik menghindar dari membacakan hadits dan bertukar pikiran dengan ahli ilmu."
Perhatikan! Bukankah majelis hadits sangat mulia? Tapi Imam Malik rahimahullah meninggalkannya bersebab ingin meraih keutamaan lebih besar. Bukankah berdiskusi dengan para ahli ilmu sangat baik? Tetapi Imam Malik rahimahullah meninggalkannya karena ingin meraih yang lebih utama. Lalu apa yang dikerjakan Imam Malik? Ibnu Abdil Hakim berkata, ”Beliau berkonsentrasi membaca Al-Qur’an dari mushaf.”
Jangan salah. Imam Malik rahimahullah bukan tidak hafal Al-Qur’an. Tetapi inilah cara beliau memuliakan Al-Qur’an dan meraih keutamaan.
Imam Az-Zuhri, seorang 'alim ahli hadits menerangkan, “Ramadhan itu adalah membaca Al-Qur`an dan memberi makan (fakir miskin).”
Tidak sedikit majelis yang tampaknya berbicara tentang agama, tetapi ia melalaikan bersebab dipenuhi canda dan kisah yang tak jelas asalnya. Alangkah jauh. Alangkah jauh... Tradisi para ulama dari kalangan salafush shalih dengan diriku di masa kini. Alangkah berbeda. Dulu para salafush shalih sibuk berdiam di bulan Ramadhan untuk meraih keutamaan. Hari ini Ramadhan seakan berubah menjadi bulan perjalanan.

Jumat, 05 Juni 2015

Waktu Sholat Dzuhur Wanita di Hari Jumat

Shalat Dzuhur di Hari Jum'at, Wanita Menunggu Sampai Shalat Jum'at Selesai?

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulallah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Berkembang keyakinan di masyarakat, wanita tidak boleh shalat Dzuhur di hari Jum’at sehingga kegiatan shalat Jum’at di Masjid selesai. Sehingga mereka mengakhirkan pelaksanaannya sehingga para bapak dan laki-laki pulang dari shalat Jum’at. Apakah ini dibenarkan?

Waktu shalat Dzuhur bagi wanita di hari Jum’at seperti waktu Dzuhur di hari-hari selainnya. Yaitu saat matahari sudah sedikit tergelincir ke barat atau bayangan benda sedikit condong ke timur. Dan habisnya, bayangan suatu benda sebanding dengan benda tersebut. dan saat itu sudah masuk Ashar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu 'Anhu, RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ

"Waktu Dzuhur dimulai apabila matahari sudah tergelincir sehingga bayangan seseorang sama dengan tingginya selama belum masuk waktu 'Ashar." (HR. Muslim)

Jika seorang wanita sudah yakin telah masuk waktu Dzuhur ia boleh shalat Dzuhur di rumahnya walau kaum muslimin belum selesai dari shalat Jum’at. Dan kebiasaan masyarakat kita, adzan shalat Jum’at dikumandangkan setelah masuk waktu Dzuhur, khususnya adzan kedua di masjid yang mengamalkan dua adzan Jum’at. Jika demikian, dibolehkan wanita shalat Dzuhur setelah mendengar adzan kedua tersebut. Wallahu A’lam.

Oleh: Badrul Tamam (VOA Islam)

Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

Selasa, 02 Juni 2015

Hukum Meninggalkan Sholat

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

Telah kita ketahui kesepakatan ulama tentang kafirnya orang yang menentang kewajiban shalat. Namun, bagi yang meninggalkannya karena malas, terlebih lagi ia masih mengimani bahwa shalat itu amalan yang disyariatkan, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, antara yang mengkafirkan dengan yang tidak mengkafirkan dan apakah ia dibunuh1 atau tidak.

Masalah hukum orang yang meninggalkan shalat ini memang merupakan masalah khilafiyyah sejak zaman dahulu di kalangan salaful ummah, dan perselisihannya teranggap (mu’tabar). Oleh karena itu, janganlah kita gegabah menuduh orang yang menyelisihi pendapat kita dalam hal ini, semisal kita mengatakannya Murji` (pengikut pemahaman Murji`ah, karena tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat) atau menvonisnya dengan Khariji (pengikut pemahaman Khawarij, karena mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat). Hukum asal dalam hal khilaf yang mu’tabar adalah seseorang tidak boleh mengingkari pendapat orang lain dan mencelanya. Mencela seseorang karena mengikuti pendapat ulama dari kalangan salaf (para imam yang dikenal) sama dengan mencela ulama salaf tersebut. Karena itu sekali lagi kita tegaskan, janganlah kita memboikot dan mencela saudara kita dalam permasalahan-permasalahan yang kita dapati para ulama kita juga berbeda pendapat di dalamnya. Memang masalah fiqih yang seperti ini, kita dapati para ulama sering berbeda pendapat, dan mereka pun melapangkan bagi saudaranya selama permasalahan itu memang dibolehkan/ dilapangkan untuk berijtihad.

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin t menyatakan bahwa permasalahan meninggalkan shalat ini termasuk permasalahan yang sangat besar yang pada hari ini banyak orang terjatuh di dalamnya (ditimpa musibah dengan tidak menunaikannya). Dan ulama beserta para imam dari kalangan umat ini, yang dahulu maupun sekarang, berselisih pendapat tentang hukumnya. (Mukaddimah kitab Hukmu Tarikish Shalah hal. 3)

Orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja berarti ia telah melakukan dosa yang teramat besar. Dosanya di sisi Allah l lebih besar daripada dosa membunuh jiwa yang tidak halal untuk dibunuh, atau dosa mengambil harta orang lain secara batil, atau dosa zina, mencuri dan minum khamr. Meninggalkan shalat berarti menghadapkan diri kepada hukuman Allah k dan kemurkaan-Nya. Ia akan dihinakan oleh Allah k baik di dunia maupun di akhiratnya. (Ash-Shalatu wa Hukmu Tarikiha, Ibnul Qayyim t, hal. 7)

Tentang hukuman di akhirat bagi orang yang menyia-nyiakan shalat dinyatakan Allah k dalam firman-Nya:

“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat….” (Al-Muddatstsir: 42-43)

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari mengerjakan shalatnya….” (Al-Ma’un: 4-5)

“Maka datanglah setelah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kerugian2.” (Maryam: 59)

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

1. Abdullah bin Mubarak, Ahmad, Ishaq, dan Ibnu Hubaib dari kalangan Malikiyyah berpendapat kafir3 orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja walaupun ia tidak menentang kewajiban shalat. Pendapat ini dihikayatkan pula dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan Al-Hakam bin ‘Uyainah g. Sebagian pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i v juga berpendapat demikian4. (Al-Majmu’ 3/19, Al-Minhaj 2/257, Nailul Authar, 2/403)

Mereka berargumen dengan firman Allah k:

“Apabila telah habis bulan-bulan Haram, bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kalian jumpai mereka dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Apabila mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA 😭😭😭

Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar yang tidak diragukan lagi, bahkan ia termasuk dosa-dosa besar yang paling besar, bahkan Allah menggandengkan pengharamannya dengan pengharaman syirik kepadaNya.

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapakanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan" ucapkanlah: “Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." [Al-Isra : 23-24]

JENIS – JENIS UQUUQUL WALIDAIN

Uquuqul walidain (durhaka kepada kedua orang tua) memiliki banyak bentuk dan beragam jenisnya, antara lain:

1. Membuat keduanya menangis baik dengan perbuatan ataupun ucapan.

2. Menghardik keduanya dengan menyemburkan kata keras dan kasar, berseru “ah” dan berkeluh kesah saat diperintah keduanya Allah Ta’ala berfirman.

فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

"Maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”[Al-Isra : 23]

3. Bermuka masam dan mengerutkan kening dihadapan mereka.

4. Memandang dengan pandangan marah dan merendahkan, memalingkan muka, memotong pembicaraan, mendustai serta membantah ketika mereka berbicara

5. Tidak membantu pekerjaan rumah orangtua, bahkan memerintah mereka seperti layaknya pembantu; seperti memerintah ibu menyapu rumah, mencuci baju atau pun menyiapkan makanan. Perilaku seperti ini tidak boleh dilakukan terutama jika sang ibu telah lemah dan sakit. Adapun jika sang ibu melakukannya dengan senang hati (bukan karena perintah anak) maka hal ini boleh saja, dengan rasa terimakasih kepadanya dan tetap mendoakannya.

6. Mengkritik makanan buatan ibu. Dalam hal ini ada dua larangan, pertama larangan mencela makanan karena Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikitpun, jika beliau suka beliau makan dan jika beliau tidak suka beliau tidak memakannya. Kedua, kritikan terhadap masakan ibu menunjukkan minimnya adab anak kepada ibu.

7. Tidak menganggap dan tidak menghargai pendapat mereka.

8. Tidak minta izin saat masuk menemui mereka.

9. Memancing masalah di depan mereka dan menjatuhkannya dalam lubang kesulitan.

10. Memercikkan caci maki, laknat, dan celaan terhadap orang tua di hadapan orang banyak, membeberkan aib dan mencemarkan nama baik mereka dengan cara melakukan perbuatan hina yang menghilangkan kemuliaan dan kewibawaan.

11. Membawa kemungkaran-kemungkaran ke rumah dan melakukannya dihadapan mereka.

12. Membebani mereka dengan segunung permintaan.

13. Mendahulukan ketaatan kepada istri daripada ketaatan kepada orangtua (untuk laki-laki), adapun wanita yang telah bersuami, maka ketaatan kepada suami wajib diutamakan daripada ketaatan kepada orangtua.

14. Meninggalkan mereka di saat mereka membutuhkan (misal dengan menitipkan di panti jompo).

15. Berlepas diri dari mereka, merasa malu jika menyebut dan menisbatkan diri kepada mereka

16. Menganiaya, memukul, mendiamkan dan menasehati mereka dengan cara yang tidak baik ketika mereka terlibat dalam kemaksiatan

17. Bakhil, kikir mengungkit-ungkit dan menghitung-hitung pemberian dan bantuan yang diberikan kepada mereka

18. Mencuri harta orangua.

19. Mengharapkan kematian orangtua atau pun membunuh mereka agar terbebas dari mereka.

Semoga kita dimudahkan untuk selalu berbakti pada orang tua kita baik yang masih ada maupun yang sudah tidak ada, dan terhindar dari dosa durhaka kepada kedua orang tua kita, Aamiin..

www.berdakwah.net

🌏 Repost By: Divisi Humas & Publikasi ODOL
➖➖➖
🌐 Fp: https://www.facebook.com/pages/ODOL-_One-Day-One-Line_-Menghafal-Al-Quran/594609530631411

Senin, 01 Juni 2015

NISFU SYA'BAN


📆 Senin, 14 Sya'ban 1436/01 Juni 2015

💫Hadits-Hadits tentang Nisfu Sya'ban💫

💎 Oleh : Ustd.Herman

🔹🔹🔹⭐⭐⭐⭐🔹🔹🔹

1⃣ "Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad)

Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari.

2⃣ Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, "Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira'), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?" Aku menjawab, "Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali." Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kamu malam apa ini?" Aku menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ini adalah malam nisfu sya'ban (pertengahan bulan sya'ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya'ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka." (HR Al-Baihaqi)

Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini lewat jalur Al-'Alaa' bin Al-Harits dan menyatakan bahwa hadits ini mursal jayyid. Hal itu karena Al-'Alaa' tidak mendengar langsung dari Aisyah ra.

3⃣ Dari Usamah bin Zaid ra bahwa beliau bertanya kepada nabi SAW, "Saya tidak melihat Andaberpuasa (sunnah) lebih banyak dari bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Bulan sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan orang dan terdapat di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada rabbul-alamin. Aku senang bila amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai)

4⃣ Dari Ali bin Abi Thalib secara marfu' bahwa Rasululah SAW bersabda, "Bila datang malam nisfu sya'ban, maka bangunlah pada malamnya dan berpuasa lah siangnya. Sesungguhnya Allah SWT turunpada malam itu sejak terbenamnya matahari kelangit dunia dan berkata, "Adakah orang yang minta ampun, Aku akan mengampuninya. Adakah yang minta rizki, Aku akan memberinya riki.Adakah orang sakit, maka Aku akan menyembuhkannya, hingga terbit fajar. (HR Ibnu Majah dengan sanad yang dhaif)

Dari beberapa hadits yang dinyatakan dhaif oleh ulama ini maka tidak ada tuntunan secara khusus ibadah pada malam Nisfu Sya'ban.

Tetapi boleh bila melakukan puasa sunah, sholat sunah sendiri/tidak berjamaah dan perbanyak ibadah sunah serta doa kepada Allah, tanpa mengkhususkan membaca Yasin sekian kali dll.

Al-Imam An-Nawawi

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syafi'i yang punya banyak karya besar dan kitabnya dibaca oleh seluruh pesantren di dunia Islam (di antaranya kitab Riyadhusshalihin, arba'in an-nawawiyah, al-majmu'), punya pendapat menarik tentang ritual khusus di malam nisfu sya'ban.

Beliau berkata bahwa shalat satu bentuk ritual yang bid'ah di malam itu adalah shalat 100 rakaat, hukumnya adalah bid'ah. Sama dengan shalat raghaib 12 rakaat yang banyak dilakukan di bulan Rajab, juga shalat bid'ah. Keduanya tidak ada dalilnya dari Rasulullah.

💫Dr. Yusuf al-Qaradawi

Ulama yang sering dijadikan rujukan oleh para aktifis dakwah berpendapat tentang ritual di malam nasfu sya'ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi SAW dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam nisfu Sya'ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam.

Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in)

Insya Allah malam Nisfu sya'ban pada Selasa malam/Rabu Malam.

💫Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa-doa kita semua. aamiin💫

🔘🔘🔘🔘🔘🔘🔘
BP2A-RDI/86/1/VIII/1436
----------------------------------------------

Follow us:
👥 FB : Rumah Dakwah Indonesia - RDI
🌐 Twit : @RDI_rumahdakwah

🌀🌙🌀🌙🌀🌙🌀🌙🌀🌙

Minggu, 31 Mei 2015

Pengaruh Pikiran Negatif Bagi Kesehatan

80% org sakit bukan krn fisiknya tapi krn EMOSInya.
 
PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TDK BAIK BAGI KESEHATAN.

1. MARAH 😡😾👈 selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.

2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN 😩😭👺😟akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah). 👹💀👹

3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, 🙅🙍😣maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..

4. Jika kita sering merasa KHAWATIR,😥😖😁 maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, 👊💪maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur). 💀😴

6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN,😯🙊 maka. kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH. 👎

7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yg BERLEBIHAN, 😱😵 maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, 😠😒 maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, 😡👺maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

10. Jika kita sering merasa APATIS (tdk pernah peduli) 🙈🚶 terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.. ☝☝

12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, 😔😕 maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh). 😦😮

13. Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih) 👻

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water”. (by : Dr. Masaru Emoto)

Sabtu, 30 Mei 2015

KEUTAMAAN ISTIGFAR

Manfaat dari ber Istighfar.

1. Menggembirakan Allah Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).Dosa-dosanya diampuni Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

3. Selamat dari api neraka 

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat balasan surga 

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. Mengecewakan syetan 

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. Membuat syetan putus asa 

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.’Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8.Meredam azab 

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9.Mengusir kesedihan 

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.Melapangkan kesempitan 

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11.Melancarkan rizki 

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12. Membersihkan hati 

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13.Mengangkat derajatnya disurga 

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14.Mengikut sunnah Rosulullahshallalhu ‘alaihi wasallam 

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah 

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati 

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17. Terhindar dari stampel kezhaliman 

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18. Mudah mendapat anak 

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19. Mudah mendapatkan air hujan

 Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).

20.Bertambah kekuatannya 

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21. Bertambah kesejahteraanya 

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22. Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).

Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan 

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24.Bercitra sebagai orang mukmin 

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25. Berkeperibadian sebagai orang bijak 

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

TEBARKAN DAN JAWABLAH SALAM

✋Jangan Pelit Menebar Salam 🌸
🌹Jangan malas menjawab salam 💐

📚〰Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَجْلِسٍ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ” فقَالَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فقَالَ عِشْرُونَ حَسَنَةً فَمَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فقَالَ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً …الخ 

📓🔺“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang pemuda melewati Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sedang dalam keadaan duduk disebuah Majelis. Maka Pemuda ini mengucapkan
🌸〰“Assalamu’alaikum”, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “bagi dia 10 kebaikan”. Lalu lewat Pemuda yang lain dan mengatakan 

〰🌸“Assalamu’alaikum wa rahmatullah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “Bagi dia 20 kebaikan” kemudian lewat lagi Pemuda yang lainnya mengatakan

🌸〰“Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan :”Bagi dia 30 kebaikkan” (HR. IbnuHibban , Abu Daud , Tirmidzi dan ini adalah lafadz Ibnu Hibban)

📖〰Hadits yang lain nya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ, أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

📒〰“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : Kalian tidak akan masuk Jannah (Surga) sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan apa yang bisa membuat kalian saling mencintai? Para Shahabat berkata : “Tentu ya Rasulullah..” Sebarkanlah salam diantara kalian”. (HR. Muslim)

📞 semoga bermanfaat 🌸

Jumat, 29 Mei 2015

SAHABAT HINGGA AKHIRAT

Tujuh macam persahabatan, namun hanya Satu yang sampai hingga Akhirat.

1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. "Ta'ariihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kos bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan sebagainya.

3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. "Amalan", adalah  persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama2 dokter, guru, dan sebagainya.

6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya.
"Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang." (QS 3:120).

7. "Hubban iimaanan", adalah sbuah ikatan prsahabatan yg lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karna ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat.
Yg tersisa hanya ikatan prsahabatan yg ke 7, yaitu persahabatan yg dilakukan karna Allah.

"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan." (QS 43:67).

Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Saling memberi peringatan (Tahdzir) disaat sahabat tergelincir dalam kesalahan dan Dosa.

Semoga bermanfaat dan kita bisa menjadi sahabat yang baik "Hubban iimaanan". In Sya Allah. Aamiin Ya Robbal 'alamiin

Selasa, 26 Mei 2015

LELAH

LELAH

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
(QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal
(QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga
(QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
(QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
(QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda:

“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”.
(QS. An-Najm: 39-41).

Mari kita mencari kelelahan yang diridhoi Allah SWT...
Dengan syarat tidak mengeluh...

Istirahat qt saat berada di surgax...liqoi robbii...
La'allanaa fil jannatihi..

Minggu, 24 Mei 2015

BAHAYA SYI'AH

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Islam 🔪 Bahaya Syiah 🔪
👳 Ustadz Dodi
📆 Sabtu, 14 Februari 2015
👥 Grup Berbagi Ilmu Islam
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sahabat sahabatku...

Boleh takut dengan syiah... Tapi jangan takut yang berlebihan.
Boleh waspada dengan syiah... Tapi jangan waspada yang berlebihan.
Boleh khawatir dengan syiah... Tapi jangan khawatir yang berlebihan.

Hampir seluruh organisasi ataupun kelompok2 di Indonesia, sangat membenci kelompok syiah :
- Salafiyun
- Ikhwanul Muslimin
- Muhammadiyah
- NU sebagian besar
- Hizbut Tahrir
- dlsbnya.

Takut dipukul  →  Pahala
Takut dimaki  →  Pahala
Takut digorok  →  Syahid. Meninggal karena membela agama اللّهُ , in sha اللّهُ syahid. Nikmat Bukan...!!!

Indonesia lain dengan suriah... Yang 100% pemerintahnya dari golongan mereka.

Syiah itu tidak bodoh... Walaupun kata Imam Adz Dzahabu Adalah kelompok yang paling bodoh.
Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata:
فالأدلة إما نقلية وإما عقلية. و القوم من أكذب الناس في النقليات و أجهل الناس في العقليات

"Maka dalil-dalil itu bisa dalam bentuk dalil naql (nash) dan bisa dalam bentuk dalil akal. Dan para kaum syiah mereka adalah manusia paling dusta dalam penukilan dan manusia paling bodoh dalam pendalilal dengan akal". Al Muntaqa Min Minhaj Al I'tidal hal.18

Dan sudah saya buktikan sendiri bahwasanya para syiah adalah manusia terbodoh ketika berdebat, sehingga senjata mereka hanya ada dua yaitu : "Berdusta" dan "Tebar Fitnah".

Syiah itu pengecut dan selamanya akan menjadi pengecut, dan misi serta visinya di Indonesia, akan melakukan misi DAKWAH merusak Aqidah kaum Sunni dan mengadu domba satu sama lain.

Artinya  →  Tugas penting kita sekarang adalah bukan mengasah pisau, mengkalibrasi senapan atau membangun benteng baja supaya merasa aman.

TIDAK....!!!!

Tugas kita juga sekarang adalah menyebarkan DAKWAH SUNNAH dan mengamalkan dan menyuburkan Sunnah ditengah tengah keluarga dan lingungan kita.

Jika Sunnah sudah bergaung di Indonesia... Nabi ﷺ dalam basyirahnya mengatakan akan datang 70.000 pasukan Imam Mahdi yang akan datang dari arah TIMUR.

Indonesia juga adalah arah dari  TIMUR, semoga kita berharap kepada اللّهُ , bahwa Indonesia semoga menjadi yang termasuk dalam hadist tersebut. Dan itu bisa saja anak anak dan cucu cucu kita kelak.

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

081214

Bahaya Syiah.

BUKTI NYATA SYI'AH BUKAN ISLAM. Kita tau Dikalangan kita BANYAK yang menyangka bahwa Syiah itu bagian dari Islam dan itu SALAH.Ternyata syiah bukan Islam, Syiah Punya agama tersendri.

Bukan perbedaan masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Perbedaan mendasar antara ISLAM dengan Syiah, Bukti bahwa SYIAH BUKAN BAGIAN DARI ISLAM.
Berikut ini adalah perbedaan yang sangat menonjol antara agama Islam dengan agama syi’ah, yang dengannya mudah-mudahan kaummuslimin dapat mengetahui hakekat sebenarnya ajaran agama syi’ah:

A. Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah ﷺ
A. Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari. [Majmu'Fatawa, 4/435]

B. Rukun Islam menurut agama Islam:
1. Dua Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
[HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]

B. Rukun Islam ala agama Syi’ah:
1. Sholat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
[Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]

C. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara , yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab-Kitab
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada Qadha Qadar.

C. Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat

D. Kitab suci umat Islam Al Qur’an yang berjumlah 6666 ayat (menurut pendapat yang masyhur).

D. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf Fathimah yang berjumlah 17.000 ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari Al Qur’an milik kaum Muslimin).[Lihat kitab mereka Ushulul Kafi karya Al Kulaini 2/634]

E. Adzan menurut Agama Islam:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 1 kali
Lihat Video Adzan Agama Islam

E. Adzan Ala Agama Syi’ah:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh)2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali
Lihat Video Adzan Agama Syiah

F. Islam meyakini bahwa sholat diwajibkan pada 5 waktu.
F. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat diwajibkan hanya pada 3 waktu saja.

G. Islam meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya wajib. [QS Al Jumu'ah:9]
G. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak wajib.

H. Islam menghormati seluruh sahabat Rasulullah dan meyakini mereka orang-orang terbaik yang digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh  اللّهُ
[QS At Taubah:100]
H. Agama Syi’ah meyakini bahwa seluruh sahabat Rasulullah telah kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait (versi mereka), salman Al Farisi, Al Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari.
[Ar Raudhoh Minal Kafi Karya Al Kulaini 8/245-246]

I. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah , kemudian setelahnya Umar bin Al Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan, lalu ‘Ali bin Abi Thalib.

I. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang terbaik setelah Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, adapun Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab adalah dua berhala quraisy yang terlaknat.
[Ajma'ul Fadha'ih karya AlMulla Kazhim hal. 157].

J. Islam meyakini bahwa Abu bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah.
J. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.

K. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah khalifah pertama yang sah.
K. Agama Syi’ah memposisikan Abu Bakar sebagai perampas kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi Thalib

L. Islam meyakini bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr binAl ‘Ash, Abu Sufyan termasuk sahabat Rasulullah
L. Agama Syi’ah meyakini bahwa mereka pengkhianat dan telah kafir (Murtad) dari Islam.

M. Islam melarang nikah mut'ah
M. Agama Syiah memperbolehkan, bahkan jika para wanita sudah 4x nikah mut'ah derajatnya sama dengan Nabi Muhammad.
→  coba ajak anak2 Perempuan Ulama2 Syiah untuk diajak Nikah mut'ah, pasti tidak akan diberikan, anehkan....? Padahal Derajatnya katanya hampir sama loh dengan Nabi.
→  kebanyakan anak muda pria yang akan terjebak dengan iming2 mut'ah ini. Harap Bunda dan Nanda berhati2 terhadap anak2 dan saudara2 kita.
→  hati2 juga terhadap ajakan untuk ke kajian, jika Para Bunda dan Nanda mempunyai anak atau saudar kandung, karena mereka akan mengincar untuk di mut'ah kan.

N. Islam Dilarang Berbohong
N. Agama Syiah, memperbolehkam TAQIYAH  bagian dari syariat

O. Islam kiblatnya Mekkah
O. Agama Syi'ah kiblatnya Karbala

P. Islam tidak ada perayaan assyuro (Menyiksa Badan)
P. Agama Syi'ah merayakan assyuro dengan menyiksa, memukul, bahkan melukai tubuh dengan benda tajam.
→  Coba perhatikan... Assyuro ini dipimpin okeh seorang Iman, tetapi justru yang memimpinnya tidak ikut2an melakukan ritual penyiksaan badan, padahal itu pahalanya mengalahi semua pahala didunia. Aneh lagikan.....? Apa ybs sudah yakin tidak membutuhkan Pahala lagi....?

Semua ini bersumberkan dari kitab-kitab yang mereka jadikan rujukan dan sebagiannya dari situs resmi mereka. Apakah mereka masih Islam....?

Karena rukun imannya yang ke-5 adalah wilayah dan kekuasaan. Maka tidak heran mereka suka invansi ke negara negara sunni. Termasuk Indonesia sekarang.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
❓Tanya Jawab❓
1⃣ ☝tanya: Ada ciri2 khusus (dari tampilan) bisa mengenal seseorang itu Syiah ustadz?
🔐 Tampilannya sama dengan kitaaaa

2⃣ Jk mmg semua organisasi steck holder di INA tmasuk MUI ga setuju atw melarang syiah knp tdk meningkat kepada level pemerintah u/melarang adax d INA?
Dulu syiah masuk di indo dilarang tp skarang spt nya pejabat pun ada green signal memasukkan syiah dr luar...apa kita tdk ada jln utk deportasi mrk?
🔐 Mereka sudah menyusup ke pejabat pejabat pemerintah. Dengan bertaqiyah tentunya.
Dulu zaman SBY, penasehatnya dari orang syiah

3⃣ ust. di tempat saya banyak pesantren yg kiayinya itu menawarkan santrinya unt nikah kontrak pada org lain. apa itu org syiah ya tad..?? coz di sini katanya gembong syiah
🔐Jawab → Bisa iya bisa tidak. Kudu tabayun

4⃣ trus adakah yg menkoordinir smua aliran sunni di indo utk cari solusi stop berkembangnya syiah?
🔐 Dengan kejadian Az Zikra kemarin. Akhirnya diputuskan bahwa Az Zikra menjadi pusat perlawanan Syiah. Alhamdulillah

5⃣ Maaf ya ust.....adakah gol syiah sdh masuk k pengurusan d MUI ? Krn akan susah jk tnyta ada yg disana....krn sprti Islam jama'ah/LDII/Lamkari yg tnyta meski d blg sesat tp ttp ikut pd saat syuro dan acara2 MUI bersama2 organisasi yg lain
🔐 Ada 1 Orang di MUI... Pendukung syiah. Saya lupa namanya. Tapi alhamdulillah fatwa MUI sudah dari lama menyesatkan paham syiah

6⃣ bgm utk membentengi generasi muda spy tidsk tercebur ke syiah? krn spt kristen ortodok mrk mencari sasaran dr org2 ksmpung n anak2 muda yg masih labil utk di baiat?
maksud saya dr kalangan ulama apa ada planning sosialisasi
🔐 Sebenernya sih perbanyak dakwah sunnah. Sehingga mengetahui tipi daya syiah.
Tapi yang dipancing kebanyakan adalah anak anak muda dengan nikah mutah. Menyalurkan syahwat darah muda yang dianggap halal.
Hati hati dengan anak laki laki yaaa. Memang godaan laki laki yaitu wanita. Yang imigraaan syiah yang masuk ke indo. Ada juga yang bawa akhwat. Cuantttttiiikkkk bangggeeetttt.
Yang punya anak wanita.... Jaga baik baik juga

7⃣ apa tdk bisa di koordinasi utk dakwah kliling dr skolah ke skolah?
🔐 Lebih baik dibentuk rohis.... Ketua rohisnya yang dikumpulkan per periode. Karena kalau turun langsung. Keterbatasan jumlah kita.
Biasanya PKS yang kuat. Karena basisnya adalah rohis rohis di sma dan universitas. Kelihatann sudah berjalan

8⃣ ust apa kita memerangi syiah dg cara membencinya. bukankah kita lebih baik memrangkul mereka agar mereka kembali ke jalan yg benar tad
🔐Jawab → Mereka akan pura pura (taqiyah) dan menerima nasehat kita. Dan akhirnya kita yang di "tusuk" dari belakang.
Nasehatinya adalah jika dia mencaci ibuku kita Aisyah RA, maka kita nasehati. Jika berkali berkali lancang, tempeleng saja mukanya (kalau perempuan)

9⃣ Kl utk kasi penjelasan ke ibu2 mj taklim di kampung yg enak gmna ya? Utk bentengin anak2 mrk
🔐 Sentil masalah → Anak perempuannya yang akan dinikmati berbagi laki laki syiah yang tudak bertanhgung jawab

1⃣0⃣ trus gmn kita tahu klo ybs itu syiah tadh? sdgkan dr penampilan g beda
bgm dg sholatnya?
🔐Jawab → Biasanya mereka cerita kehebatan Iran. Dan menyebut Ali RA dnegan menggunakan Imam Ali. Mengajak untuk travelling ke Iran dlsbnya.
Sholatnya mereka hanya 3 kali sehari : Subuh - Zuhur gabung Ashar - Maghrib gabung Isya.
Mereka tidak sholat jumat. Jika toh ada yang sholat maka mereka taqiyah. Dan ketauannya jika salam dirakaat kedua. Mereka langsung berdiri menyempurnakan 4 rakaat.
Buka puasanya setelah tidak ada sinar matahari atau cnederung langit sudah gelaaapppp

1⃣1⃣ klo di saudi pernah liat syiah mrk takbir tp tangan tdk di lipat di dada
jd di lepas gitu
klo di indo gmn tadh?
🔐Jawab → Di Indo sama jugaaa. Waktu itu saya nyusup ke seminar sehari syiah di kampus paramadina (punyanya anis baswedan), waktu sholat mereka lurus dan waktu duduk mereka menepuk nepuk tangannya ke paha.
Tempat favorite mereka jika ada kegiatan dan di publish yaitu kampus paramadina. Pasti dubes iran atau yordan datang. Walaupun hanya perwakilam saja

1⃣2⃣ trus upaya utk nge block syiah gmn tadh. klo di saudi n bahrain langkah mrk sgt di batasi n di pantau
🔐 Bahrain mulai kewalahan juga Bunda. Satu satunya jalan di Indonesia yaitu dengan Dakwah Sunnah dulu. Kemudian pilih olahraga yang melatih keahlian diri. Seperti thifan, taekwondo dlsbnya

1⃣3⃣ Ust kan pangkal permasalahanx hny krn syiah itu menisbahkan diri sbg ISLAM, lalu bgm jk tdk ada labelx islam lg akankah ttp itu sbg ancaman thdp sunni ?
🔐 Itu jauh lebih baik jika tidak ada embel embel Islam.
Jika dia menghina Ibunda Tersayang kita Aisyah RA, maka semua aliran Islam di Indonesia akan muaraaaahhh donk. Kan yang hina bukan Islam.
Pasti ISLAM lebih MUDAH BERSATU.
Masalahnya banyak Kyai Kyai kita sok sok menjadi pahlawan kesiangan yang mau menyatukan sunni dan syiah.
Ini sudah dilakukan Syaik Qardhawi... Akhirnya Beliau dikecewakan dengan syiah. Dan Beliau juga lantang sekarang menyesatkan syiah. Alhamdulillah

1⃣3⃣ Hadad alwi,quraisyihab,dan anis bawean berarti syiah tulen ya ustadz
🔐Jawab → Lebih tepatnya pendukung syiah. Mereka belum deklarasi secara lantang bahwa mereka syiah. Eeeh... Maaaff kalau hadad alwi jelas syiah
Waktu itu saya datang di seminar sehari juga yang diadakan dikampus Muhammadiyah. Pada saaat itu kami meminta klarifikasi Dr. Jose.

Dan hadad alwi di pihak syiah didalam ruangan itu yang meneriakkan takbir dan kami membalas dengan takbir pulaaa. Hampir ricuh waktu itu keadaannya

1⃣4⃣ klo quraish shihab jg khan tadh?
🔐 QS belum deklarasi Syiah secara lantang

1⃣5⃣ Tadz, negara mana aja yg dah dikuasai syiah? Apakh hampir semua yg saat ini sdg berkonflik?
🔐 Irak, Iran, Suriah, Lebanon, Yaman,

1⃣6⃣ Berarti yg dianggap pemberontk sebenerny sunni ya tadz?
🔐 Kalau Yaman. Pemerintahnya Sunni dan sekarang direbut sama syiah
Kalau yang lain... Sunni dikucilkan dan dianggapnpemberontak

1⃣7⃣ 😞dr jose yg dr mer c ya ustad??
🔐 Dr. Jose pengecut jugaaa. Nda mau klarifikasi kalau dia Sunni atau Syiah. Lebih cenderung mendukung syiah.
Apakah Mer-C masuk ke Suriah....? Padahal sudah diminta berkali kali.
Mer-C hanya masuk ke Palestine. Dan Lebanon pun (hizbullah) nya pura pura simpati ke palestine.
Jadi untuk mengundang simpati dunia. Syiah itu menjadikan Palestine untuk kampanye mereka.
Hati hati juga dengan penulis yang bernama Dyna Y Sulaiman (akhwat), ini syiah tullleeennn sekeluarga.

Suka analisa timur tengah atau bikin bikin novel yaaa. Be wareeee

1⃣8⃣ Klo qatar ust ?
🔐 Qatar → Pemerintahnya masih dipegang sama Sunni

1⃣9⃣ Almarhum nurcholis majid syiah jga ya tadz...
boleh kah qta baca buku2 nya?
🔐Jawab → Waahh. Nda tauuu. Tapi saya nda pernah bacaaa. Lebih ke arah liberal sihhh.

Banyak bacaan yang lebih nyunnah kok

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Semoga Bermanfaat

WASPADA SYI'AH DI INDONESIA

Wajib waspada Syi'ah mulai menjamur di Indonesia !!!!

SEKILAS INFO SYIAH DI INDONESIA

Pro: Taufick Ali Al Askharisalawasna

(*) MAJALAH DAN BULETIN SYIAH
1. Majalah al-Quds diterbitkan oleh kedutaan Iran di Jakarta dengan bahasa Indonesa.
2. Majalah al-Mawaddah diterbitkan oleh IJABI cabang Bandung, Jabar.
3. Majalah al-Huda diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
4. Majalah al-Hikmah diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari Bandung.
5. Majalah al-Musthafa diterbitkan oleh Syi’ah di Jakarta.
6. Majalah Syi’ar
7. Majalah Al-Huda
8. Majalah Al-Hikmah
9. Majalah Al-Musthafa
10. Majalah Al-Mawaddah
11. Majalah Harian Al-Quds
12. Majalah Al-Tanwir
13. Majalah Al-Jawwad
14. Majalah Al-Ghadir
15. Majalah Babim.l
16. Buletin al-Jawad dan al-Ghadir diterbitkan oleh yayasan al-Jawad Jakarta.
17. Buletin at-Tanwir diterbitkan oleh yayasan al-Muthahari.
18. Buletin Ibnus Sabil diterbitkan oleh Syi’ah di Pekalongan, dll.

(*) YAYASAN-YAYASAN SYIAH
1. Yayasan Fatimah Jakarta
2. Yayasan Al-Muntazhar Jakarta
3. Yayasan Al-Uqailah
4. Yayasan Ar-Radhiyyah
5. Yayasan Mula Shadra Bogor Jawa Barat
6. Yayasan An-Naqi
7. Yayasan Al-Qurba
8. Yayasan YAPI Bangil Jawa Timur
9. Yayasan Al-Itrah Jember Jawa Timur
10. Yayasan Rausyan Fikr Jogjakarta
11. Yayasan Babiem Jember Jawa Timur
12. Yayasan Muthahhari Bandung Jawa Barat
13. YPI Al-Jawad Bandung Jawa Barat
14. Yayasan Muhibbin Probolinggo
15. Yayasan Al-Mahdi Jakarta
16. Yayasan Madinatul Ilmi Depok Jawa Barat
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa Jakarta
18. Yayasan Asshidiq Jakarta
19. Yayasan Babul Ilmi Bekasi Jawa Barat
20. Yayasan Az-Zahra Jakarta
21. Yayasan Al Kazhim Jakrta
22. Yayasan Al Baro’ah Tasikmalaya Jawa Barat
23. Yayasan 10 Muharrom Bandung Jawa Barat
24. Yayasan As Shodiq Bandung Jawa Barat
25. Yayasan As Salam Majalengka Jawa Barat
26. Yayasan Al Mukarromah Bandung Jawa Barat
27. Yayayasan Al-Mujataba Purwakarta Jawa Barat
28. Yayasan Saifik Bandung Jawa Barat
29. Yayasan Al Ishlah Cirebon Jawa Barat
30. Yayasan Al-Aqilah Tangerang Jawa Barat
31. Yayasan Dar Taqrib Jepara Jawa Tengah
32. Yayasan Al Amin Semarang Jawa Tengah
33. Yayasan Al Khoirat Jepara Jawa Tengah
34. Yayasan Al Wahdah Solo Jawa Tengah
35. Yayasan Al Mawaddah Kendal Jawa Tengah
36. Yayasan Al Mujtaba Wonosobo Jawa Tengah
37. Yayasan Safinatunnajah Jawa Tengah
38. Yayasan Al Mahdi Jember Jawa Timur
39. Yayasan Attaqi Pasuruan Jawa Timur
40. Yayasan Azzhra Malang
41. Yayasan Ja’far Asshodiq Bondowoso Jawa Tengah
42. Yayasan Al Yasin Surabaya Jawa Timur
43. Yapisma Malang Jawa Timur
44. Yayasan Al Hujjah Jember Jawa Timur
45. Yayasan Al Kautsar Malang Jawa Timur
46. Yayasan AL Hasyimm Surabaya Jawa Timur
47. Yayasan Al Qoim Probolinggo Jawa Timur
48. Yayasan al-Kisa’Bali
49. Yayasan Al Islah Makasar Sulawesi
50. Yayasan Fikratul Hikmah Makasar Sulawesi
51. Yayasan Sadra Makasar Sulawesi
52. Yayasan Pinisi Makassar Sulawesi
53. Yayasan Lentera Makassar Sulawesi
54. Yayasan Nurtsaqolain Sulawesi Selatan
55. Yayasan Shibtain Riau Sumatra
56. Yayasan Al Hakim Lampung Sumatra
57. Yayasan Pintu Ilmu Palembang Sumatra
58. Yayasan Ulul Albab Aceh Sumatra
59. Yayasan Amali Medan Sumatra
60. Yayasan Al Muntadzar Samarinda Kalimantan
61. Yayasan Arridho Banjarmasin Kalimantan

(*) MAJLIS-MAJLIS TAKLIM SYIAH
1. Majlis Taklim Ar-Riyahi
2. Majlis Taklim Ummu Abiha Jakarta
3. Majlis Taklim Al Bathul Jakarta
4. Majlis Taklim Haurah Sawangan Depok Jawa Barat
5. Majlis Taklim Al Idrus Purwakarta Jawa Barat
6. Majlis Ta’lim An-Nur Tangerang Jawa Barat
7. Majlis Taklim Al Jawad Tasikmalaya Jawa Barat
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi Probolinggo Jawa Timur

(*) ORGANISASI-ORGANISASI SYIAH
1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI)
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI)
3. Himpunan Pelajar Indonesia (HPI)Iran
4. Shafful Muslimin Indonesia
5. Ikatan Pelajar Indonesia di Iran (ISLAT)
6. Perkumpulan Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT)
9. Ahlu Bait Indonesia (ABI), dll

(*) CENTRE DAN FORUM SYIAH
1. Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta
2. Tazkiyah Jakarta
3. Al Hadi Jakarta
4. Al-Iffah Jember Jawa Timur
5. Forum Komunikasi Ahlul Bait (LKAB)

(*) LEMBAGA PENDIDIKAN SYIAH
1. SMA Plus Muthahhari Bandung dan Jakarta
2. Pendidikan Islam Al-Jawad
3. Islamic College for Advanced Studies
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP Jakarta
5. Sekolah Tinggi Madinatul Ilmu Depok Jawa Barat
6. Madrasah Nurul Iman Sorong Irian
7. Pesantren Al-Hadi Pekalongan
8. Pesantren YAPI Bangil Jawa Timur

(*) PENERBIT SYIAH
1. Lentera
2. Pustaka Hidayah
3. Mizan
4. Yapi Jakarta
5. Al-Hadi
6. Al-Jawwad
7. Islamic Center Al-Huda
8. Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks, dll

(*)RADIO DAN TELEVISI SYIAH
1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia)
2. Hadi TV, tv satelite (haditv.com)
3. TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT
4. Myshiatv.com
5. Shiatv.net
6. Radio Silaturahmi (RASIL 720 AM) Jakarta

[Sumber: Ustadz Farid Achmad Okbah]

DOA ADALAH SENJATA

DOA ADALAH SENJATA

Kaum muslimin hamba-hamba Allah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, merupakan perkara yang telah diketahui oleh kaum muslimin, bahkan tidak samar lagi bagi seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bahwa do’a adalah ibadah dari sekian ibadah-ibadah yang Allah perintahkan kepada hanba-hamba-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Berdo’alah kepadaKu pasti Aku kabulkan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang shahih:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Al-Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa do’a-do’a dan ta’awwudz-ta’awwudz (do’a-do’a dalam rangka memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala) kedudukannya seperti sebuah senjata. 

Dan tentunya sebuah senjata tidak semata-mata hanya mengandalkan ketajaman saja. Akan tetapi juga meliputi kelengkapan-kelengkapan lainnya, seperti gagang/pegangan senjata tersebut, dan lain-lainnya. Maka ketika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna dan tidak ada kekurangan padanya, pemegangnya adalah orang yang ahli, serta tidak ada penghalang lain untuk mengenai sasaran, maka ia akan mampu menghancurkan musuh. 

Akan tetapi sebaliknya, jika hilang kesempurnaan senjata tersebut atau ada padanya kekurangan, maka kurang atau bahkan hilang pengaruhnya terhadap musuh (tidak bisa menghancurkan musuh).

Beliau juga menjelaskan bahwa do’a merupakan obat yang sangat mujarrab (terbukti) dan sebagai pelindung dari bala`/musibah, mencegah dan mengobatinya, serta meringankan bila musibah telah menimpa. Peran do’a terhadap musibah ada tiga keadaan:

1. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih kuat daripada bala` sehingga bisa mengangkat/menghilangkan bala` atau musibah tersebut.

2. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih lemah daripada bala`, maka bala` tersebut akan menimpa hamba (yang berdo’a). Akan tetapi terkadang do’a yang lemah tadi bisa meringankan bala` yang menimpa.

3. Keberadaan do’a terhadap bala` berimbang atau sama kuat, sehingga saling mencegah satu dengan yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يُغنِي حَذْرٌ مِنْ قَدَرٍ ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ ، وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، وَإِنَّ البَلاَءَ لَيَنْزِلُ فَيَتَلَقَّاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah bermanfaat kehati-hatian dari takdir dan do’a bermanfaat terhadap apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Sesungguhnya bala`/musibah pasti terjadi kemudian bertemu dengan do’a, maka keduanya saling berperang sampai datangnya hari kiamat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dari shahabiyah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah. Lihat Ad-Da’ wa Ad-Dawa’)

Demikianlah do’a, memiliki peran yang luar biasa pengaruhnya dalam melindungi diri. Oleh karenanya, penting bagi seseorang yang berdo’a untuk mengetahui syarat-syarat dan adab-adab dalam berdo’a, serta hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya do’a, sehingga do’a tersebut benar-benar akan berfungsi sebagai sebuah senjata yang ampuh. Diantara syarat dan adab dalam berdo’a adalah:

1. Ikhlash, hadirnya hati, dan mengharap do’anya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak menerima do’a dari hati yang lalai lagi main-main (tidak bersungguh-sungguh).” (HR. At-Tirmidzi)

2. Tidak terburu-buru

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan hal ini dalam sabdanya:

Akan dikabulkan do’a salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru (dalam do’anya) dan berkata: “Saya telah berdo’a, tapi belum juga dikabulkan!” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). 

Dalam riwayat Muslim dengan lafazh: “Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia tidak berdo’a dalam perkara dosa atau dalam rangka memutus hubungan silaturrahim, serta tidak terburu-buru.” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apa maksudnya terburu-buru (dalam do’a)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yaitu orang yang berdo’a tersebut berkata: ‘Saya sudah berdo’a dan berdo’a, tapi belum juga dikabulkan.’ Kemudian ia jenuh/bosan untuk berdo’a dan akhirnya meninggalkan do’a (tidak lagi berdo’a).”

Makna terburu-buru dalam berdo’a disini yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits, yakni terburu-buru untuk melihat hasil do’anya. Dan bukan maknanya, terburu-buru dalam melafazhkan do’a, walaupun yang demikian ini mengurangi adab dalam berdo’a.

3. Menjauhi perkara yang haram

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan rambutnya acak-acakan dan penuh debu, kemudian ia (laki-laki tersebut) mengangkat tangannya ke langit (seraya berdo’a), “Ya Rabbi, ya Rabbi,” akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka bagaimanakah do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita selaku umatnya dari hal-hal yang haram, baik makanan, minuman, pakaian, serta hasil usaha yang haram yang mana itu semua merupakan penghalang terbesar dikabulkannya do’a.

4. Mengangkat tangan ketika berdo’a

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

5. Memilih waktu-waktu dikabulkan do’a

Memperhatikan waktu-waktu yang mustajab (waktu-waktu do’a dikabulkan) merupakan hal penting bagi seorang yang berdo’a. Yang mana pada waktu-waktu tersebut sangat besar kemungkinan do’a dikabulkan, maka diantara waktu-waktu mustajab yang disebutkan oleh ulama berdasarkan dalil dari Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih adalah: Sepertiga malam akhir, antara adzan dan iqamah, akhir waktu Ashar hari Jum’at, ketika sujud, ketika safar, ketika berpuasa, akhir dari shalat lima waktu (yakni ketika sebelum salam).

Jika terpenuhi pada sebuah do’a syarat dan adabnya, serta tidak adanya penghalang, dan dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, maka hampir-hampir do’a tersebut tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala, serta do’a tersebut benar-benar berfungsi seperti sebuah senjata ampuh yang memberikan manfaat bagi pemiliknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Buletin Islam AL ILMU Edisi: 15/IV/VIII/1431

Syafa'at Al Qur'an di Dalam Kubur

🍀SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR⚡

🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁

🐚Merinding bacanya... Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini...aamiin

📖Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

-📜 Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). 

📔Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

📓Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

📒Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

📗Lalu ia berpaling kepad sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. 

⌚Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

📣Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

🎿Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

📖Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

⌛Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin.. 

🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂

➰Prof. DR. Ahmad Sathori Ismail.

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dgn hati📚