Tampilkan postingan dengan label Puisi dan Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi dan Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2015

Ramadhan Telah Pergi

Ramadhan Tlah Pergi
Oleh: Rochma Yulika

Ramadhan....
Semakin jauh kau meninggalkanku
Dan setahun aku harus menunggu perjumpaan denganmu

Gundah....
Khawatir diri jauh dari ibadah
Lantaran semangat mulai melemah
Dan amaliyah jauh dari istiqamah

Merenung...
Apakah diri kita masih beruntung
Masihkah kita mau bergabung
Dengan komunitas yang membawa untung??

Atau kita sudah berlari menjauh
Atau diri sudah mulai jenuh
Atau jiwa kita yang mulai merapuh

Bahagia diri bersama komunitas kebaikan
Setiap hari selalu ada ingatan
Tak terlewat tilawah Al Quran

Jangan bergeser sedikit pun dari bi'ah keshalihan
Yang mengajarkan pada kita tentang banyak keutamaan
Yang memotivasi kita untuk kuat terhadap ujian

Bangkitlah....
Meski Ramadhan berlalu sudah...
Bangun semangat untuk raih berkah
Jangan biarkan diri terlena sudah

Semoga selalu bisa  berhikmah dari kemuliaan Ramadhan
Tetap beramal demi sebuah perjumpaan
Hingga hidup berakhir dengan kematian

Kamis, 09 Juli 2015

Surat Cinta Romadhon

SURAT DARI ROMADHON....
SELAMAT TINGGAL...

Sahabat.....                                      
Kamu bilang AKU  mulia , tapi  kamu perlakukan AKU biasa saja...

Kamu bilang AKU  bulan Turun nya Al qur'an , tapi kok enggak ada waktu utk tadarusan eh.....sekarang malah sibuk mikirin lebaran...

Kamu bilang AKU  bulan ibadah sekedar tarawih aja banyak yg enggak  di kerjakan alasan nya sdh capek & lelah...

Kamu bilang AKU bulan ampunan, AKU  tunggu doa2 mu, tapi  kamu lebih asyik dgn gurauan ...

Kamu bilang AKU  lebih baik dari seribu bulan, AKU tunggu Ruku',sujud & tilawah  kamu di 10 hari terakhir tp kamu lebih memilih malam mu dgn mimpi" semu...
Sahabat..
Sbntar lagi AKU akan pergi, meninggalkan kamu utk waktu yg lama.. 11 bulan lg AKU pasti kembali tapi AKU enggak tau apa kamu bisa menemuiku lagi...😥

Kecewa, mnyesal & menangislah sekarang  mumpung kamu  masih dalam pelukan KU, jika ini mnjadi perjumpaan terakhir kita kelak...aku akan jadi saksi cintamu padaku....❤

Dunia, 09 Juli 2015
              Salam
Dari sahabat Sejatimu ROMADHON 1436 H.......😭

Selasa, 07 Juli 2015

NIKMAT

Jangan risau pada nikmat yang belum datang.

 

Allah Swt berfirman,

 وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٍ۬ فَمِنَ ٱللَّهِ‌ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ

 “Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An Nahl [16]: 53).

 

Jangan kita khawatir terhadap nikmat yang belum datang kepada kita. Sesungguhnya segala nikmat itu milik Allah Swt dan Dia Yang Maha Memberikannya kepada kita. Nikmat Allah Swt tersebut akan diberikan kepada kita apabila kita mau bersikap mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

 

Allah Swt berfirman,

 وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim [14]: 7).

 

Sikap bersyukur itu bagaikan tali yang menarik nikmat lain yang belum datang kepada kita. Apabila kita bersyukur, maka sikap kita tersebut akan mengikat nikmat yang sudah datang dan mengundang atau menarik nikmat-nikmat lainnya yang belum datang sehingga menghampiri kita.

 

Tidak perlu risaukan nikmat-nikmat yang belum datang kepada kita. Tidak perlu kita khawatir tidak akan mendapatkan nikmat-nikmat lain yang telah didapatkan oleh orang lain. Akan tetapi takutlah jika kita tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah kita terima dari Allah Swt.

 

Karena apabila kita tidak mensyukuri nikmat yang telah didatangkan oleh Allah Swt kepada kita, maka akan lepaslah nikmat itu dari genggaman kita. Jika nikmat tersebut sudah terlepas dari genggaman kita, bagaimana ia bisa mengundang nikmat lain untuk datang kepada kita. Malah yang akan muncul adalah malapetaka sebagai akibat sikap kita yang tidak bersyukur, sebagaimana firman Allah Swt tersebut di atas.

 

Tidak perlu khawatirkan uang yang belum datang kepada kita. Takutlah jika uang yang sudah ada di tangan kita, tidak kita syukuri. Karena sikap tersebut akan mengakibatkan sirnanya uang yang ada pada kita dan menjauhkan kita dari nikmat-nikmat lainnya.

 

Jika kita masih bertempat tinggal di rumah kontrakan, kemudian menghadapi kenyataan naiknya harga tanah dan harga rumah. Maka tidak perlulah kita takut dan khawatir. Karena yang menjadi masalah ketika kita tidak mampu beli rumah adalah bukan kerena harga tanah atau harga rumah naik, melainkan karena kita tidak memiliki uang untuk membelinya.

 

Oleh karena itu, tidak perlu takut dan khawatir, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. Jika Allah berkehendak memberikan rezeki kepada kita, maka berapapun tingginya harga tanah atau rumah, kita akan sanggup membelinya. Orang yang membangun hotel saja dicukupkan uangnya oleh Allah Swt, padahal kemudian berbagai perbuatan negatif terjadi di dalam hotel itu. Apalagi orang yang hendak membangun masjid atau orang yang hendak membangun rumah demi menaungi anak dan istrinya.

 

Tidak ada pemberi nikmat selain Allah Swt. Apapun yang selain Allah, bukanlah pemberi. Segala yang selain Allah hanyalah perantara atau jalan. Jangan berharap kepada perantara atau jalan, berharaplah kepada sumber.

 

Jika ada selang, jangan pernah berharap ada air keluar dari selang, berharaplah sumber air memancarkan air. Meskipun selangnya banyak, jika sumber airnya tidak memancarkan air, maka percuma saja selang-selang itu hadir. Daripada kita memperhatikan selang, akan lebih baik bila kita memperhatikan bagaimana mata air bisa memancar air.

 

Ada satu pertanyaan, apakah ada pembeli yang bisa memberi rezeki kepada kita seandainya kita berposisi sebagai penjual? Pada hakikatnya tidaklah demikian. Bukan pembeli yang memberikan rezeki kepada kita. Pembeli itu hanyalah pengantar atau perantara rezeki. Adapun sumber rezeki itu adalah Allah Swt.

 

Apakah yang menjamin kehidupan bulanan kita adalah gaji atau pesangon dari kantor? Tentu saja bukan. Gaji atau pesangon hanyalah salah satu jalan rezeki dari Allah Swt. Banyak yang tidak punya gaji dan tidak punya pesangon, akan tetapi dia tetap hidup dan sehat.

 

Apakah suami pemberi rezeki? Tentu saja bukan. Seandainya seorang suami meninggal dunia, itu bukan berarti rezeki sang istri terputus. Rezeki tetap mengalir untuknya dari perantara atau jalan yang lain. Bahkan di dunia ini lebih banyak yang meninggal suaminya daripada istrinya. Ketika seorang isteri ditinggal mati oleh suaminya, maka sesungguhnya Allah Swt tetaplah ada.

 

Tidak perlu gelisah atas nikmat yang belum kita dapatkan. Sikap seperti itu tidaklah penting dan tidak akan memberikan efek positif pada diri kita. Sikap yang penting kita lakukan adalah mensyukuri nikmat yang sudah Allah Swt berikan kepada kita. Karena sikap syukur akan mendatangkan nikmat-nikmat lain dan melipatgandakan nikmat yang sudah ada. Sedangkan sikap kufur atau tidak bersyukur akan menggerus nikmat yang sudah kita miliki dan menjauhkan kita dari nikmat yang belum kita punyai, naudzubillahi mindzalik.

 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Selasa, 16 Juni 2015

Maafkan Bila Hati Ini Tak Sempurna MencintaiMu

Meski ku rapuh dalam langkah,
kadang tak setia padaMu,
Maafkanlah bila hatiku belum sempurna mencintaiMu.
.
.
meski ku lemah dalam doa,
kadang memilih menduakanMu dalam derita,
maafkanlah bila cintaku belum utuh padaMu..
.
.
meski aku ternoda oleh dosa,
imanku juga belum sempurna,
pandanganku belum utuh terjaga,
lisanku belum baik tuturnya,
peringaiku masih lemah ternoda,
keluh kesahku selalu siaga,
penyakit hatiku kadang sering membuatMu terluka. 😞
.
.
Ya ALLAH, Maafkanlah bila hatiku belum sempurna mencintaiMu.. 😞
maafkanlah bila aku pernah menduakanMu..
ijinkan aku menyucikan kakiku agar pantas melangkah ke jalanMu..
ridhoi air mata ini menjadi air mata kesungguhan taubatku, bukan sekedar ucapan lisan untuk meraih jannahMu. 😞

Senin, 15 Juni 2015

Ainul Mardhiah

KISAH "AINUL MARDHIAH" BIDADARI TERCANTIK DI SURGA

Kisah Ainul Mardhiah diceritakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi. 
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.

Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. 
Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga". 

Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. 
Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.

Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?"
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. 
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya. 
Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelapperhiasan. 
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. 
Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. 
Pemuda itu pun bertanya."Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat, 
tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. 
Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. 
Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".

(HR TIRMIDZI)

Yang Tengah Merasuki Hati

OASE DAKWAH

Yang Tengah Merasuki Hati
Oleh: Ummu Adib

Saudara syurgaku...
Sesaat menjelang Ramadhan...
Kemana semangat membersamai Rabb diri?...

Adakah ia telah hilang berganti dengan kefanaan yg merasuk hati ???

Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
selain air yang mendidih dan nanah,
sebagai pambalasan yang setimpal.
Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,
dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.
[QS. An-Naba :21-28]

💤 Terlelap diri !

Adakah sesaat di ruang kefanaan ini sedia diri bayar dengan tinggal di dalam Neraka Jahannam berabad-abad ???

Saudaraku...
Mari kembali, tingkatkan ibadah diri...
Menjemput Ramadhan, yg belum tentu dapat diri raih pada masa mendatang.

Bangun... Banguuunnnlah saudaraku,
Kemana semangat tilawah diri yang menggebu-gebu...
Kemana semangat berdiri di malam gulita menangis, menatap Rabb...
Kemana semangat berbagi, menatap, menghulurkan jemari kepada saudara-saudara yang terlilit kesulitan hutang dan pangan.

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
[QS. Al- An’am : 44]

Menunggu nantikah ?
Atau dosa dan alpa telah menggunung menutupi azzam diri untuk menjumpai Ramadhan.

Saudaraku...
Bukan langit yang membatasi diri untuk mendekat dengan Rabb, namun dosa dan alpa diri.

Rabb...
Mohon sampaikan kami kepada Ramadhan, meraih sebaik-baik amalan, meraih sebaik-baik ampunan.

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/44/15/16/2015
oaseodoj@gmail.com

Kamis, 04 Juni 2015

JADILAH SEPERTI KOPI

JADILAH SEPERTI "KOPI" 👏👏👏☕☕☕

Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.

Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya. Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air sampai kemudian airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. 😃

Setelah menunggu beberapa saat, ia lalu mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
• WORTEL yang KERAS  menjadi LUNAK, 
• TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS 
• dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan, “Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. 😇

Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti Kopi. 😍

Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu, sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM. 😊

”Dalam setiap masalah selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan ALLAH SWT seolah tak kunjung datang? 😭

Ada 3 reaksi orang saat masalah datang :

• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri. 
• Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya.
• Ada juga yang justru semakin harum (seperti kopi), menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada sebabnya mengapa ALLAH SWT menunda pertolonganNYA, Apa tujuannya?
Agar kita belajar untuk percaya dan sabar!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa ALLAH SWT selesaikan... 😇

Selamat menikmati secangkir kopi (bagi yg suka). ☕

***

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Kiriman oleh Yantie V. Scipio (dengan perubahan)
Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

Rabu, 03 Juni 2015

Berbeda itu...


📆 Rabu, 16 Sya'ban 1436/ 3 Juni 2015
      

🎯Berbeda itu...

Berbeda itu asyik...
Membiasakan diri tak selalu fanatik,
Melatih jiwa yang tak suka mengusik.

Berbeda itu cinta...
Selama ia tak saling caci dan perang kata,
Selalu menjaga adab dan juga norma,
Tak boleh juga memaksakan hanya dirinya.

Berbeda itu indah...
Membuang segala bentuk ashobiyah,
Tuk saling mengisi ruang dan juga celah,
Belajar untuk selalu memadukan langkah.

Berbeda itu indah...
Jika disatukan di atas dakwah,
Dan dibungkus dengan ukhuwah.

Berbeda itu sunnatuLLah...

©sat-ahq

Sabtu, 30 Mei 2015

KEUTAMAAN ISTIGFAR

Manfaat dari ber Istighfar.

1. Menggembirakan Allah Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).Dosa-dosanya diampuni Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

3. Selamat dari api neraka 

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat balasan surga 

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. Mengecewakan syetan 

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. Membuat syetan putus asa 

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.’Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8.Meredam azab 

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9.Mengusir kesedihan 

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.Melapangkan kesempitan 

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11.Melancarkan rizki 

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12. Membersihkan hati 

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13.Mengangkat derajatnya disurga 

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14.Mengikut sunnah Rosulullahshallalhu ‘alaihi wasallam 

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah 

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati 

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17. Terhindar dari stampel kezhaliman 

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18. Mudah mendapat anak 

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19. Mudah mendapatkan air hujan

 Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).

20.Bertambah kekuatannya 

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21. Bertambah kesejahteraanya 

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22. Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).

Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan 

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24.Bercitra sebagai orang mukmin 

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25. Berkeperibadian sebagai orang bijak 

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

TEBARKAN DAN JAWABLAH SALAM

✋Jangan Pelit Menebar Salam 🌸
🌹Jangan malas menjawab salam 💐

📚〰Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَجْلِسٍ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ” فقَالَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فقَالَ عِشْرُونَ حَسَنَةً فَمَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فقَالَ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً …الخ 

📓🔺“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang pemuda melewati Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sedang dalam keadaan duduk disebuah Majelis. Maka Pemuda ini mengucapkan
🌸〰“Assalamu’alaikum”, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “bagi dia 10 kebaikan”. Lalu lewat Pemuda yang lain dan mengatakan 

〰🌸“Assalamu’alaikum wa rahmatullah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “Bagi dia 20 kebaikan” kemudian lewat lagi Pemuda yang lainnya mengatakan

🌸〰“Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan :”Bagi dia 30 kebaikkan” (HR. IbnuHibban , Abu Daud , Tirmidzi dan ini adalah lafadz Ibnu Hibban)

📖〰Hadits yang lain nya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ, أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

📒〰“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : Kalian tidak akan masuk Jannah (Surga) sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan apa yang bisa membuat kalian saling mencintai? Para Shahabat berkata : “Tentu ya Rasulullah..” Sebarkanlah salam diantara kalian”. (HR. Muslim)

📞 semoga bermanfaat 🌸

Jumat, 29 Mei 2015

🍃KISAH INSPIRATIF MAHASISWA LIPIA🍃

Wajahnya pucat, ia merogoh-rogoh kantong, tidak ada, kemana? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, hapenya hilang. Perkenalkan tokoh utama kita, seorang mahasiswa LIPIA yang sedang panik diantara ribuan pengunjung kebun binatang Ragunan.

Keningnya mengkerut, "Kira-kira jatuh dimana ya?" Berpikir lamat-lamat. Astagfirullah, di masjid! Ya, satu-satunya kemungkinan adalah di masjid. Beberapa menit yang lalu, ia menunaikan shalat dzuhur disana. Setelah berbicara dengan dua orang teman yang berjalan di depannya, mereka sepakat untuk balik ke masjid. Jika antum pergi ke ragunan pada hari libur, antum pasti mengerti, dengan keramaian yang luar biasa banyak seperti ini, sangat kecil kemungkinan hape itu masih ada. Tapi, apa salahnya mencari?

Sesampainya disana, mencari sana-sini, memeriksa setiap jengkal lantai, tapi sungguh sayang, hasilnya nihil.
"Coba hubungi pakai hape antum, Akh." Katanya kepada dua orang temannya.
"Sudah, tapi tak diangkat."
"Terus coba. Sampai diangkat."
Nah, disinilah inti dari cerita ini, sementara dua temannya sibuk menelpon ke nomor hape yang hilang tadi, ia sendiri langsung menuju jeding, mengambil air wudhu, kemudian shalat dua rakaat dengan tenangnya. Selepas salam, kepanikan yang sedari tadi menggantung diwajahnya sekonyong-konyong menguap. Jika antum hadir waktu itu, antum tak akan mengira dia sedang ditimpa musibah.

Dan Allahu akbar! setelah puluhan kali mencoba menelpon, ini benar-benar ajaib, karena bertepatan dengan salam tadi, panggilan itu tersambung. Seseorang di seberang sana, entah siapa, "Hapenya sama saya, silahkan diambil di pintu gerbang parkiran selatan. Saya tunggu" Ujarnya.

Hari itu, sungguh Allah telah menunjukkan kekuatan sebuah doa, kedahsyatan dua rakaat shalat. Alhamdulillah hapenya kembali tanpa gores sedikitpun.

Kita harus mengambil teladan dari ikhwan ini, ketika musibah datang melanda, segerakan diri mengambil air wudhu, bergegas berdoa penuh harap, penuh takjim, dalam balutan rakaat shalat. Mau bagaimanapun besarnya masalah kita, ketahuilah! Allah jauh lebih besar.

Kesulitan mengingat muqorror misalnya, shalatlah. Sulit mendapatkan jodoh, shalatlah. Mukafaah telat turun, shalatlah. Orang terdekat kita sakit, shalatlah. Bukankah saat paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya saat dahi menyentuh tanah?

Antum tahu? Rasulullah apabila ditimpa kesusahan beliau segera shalat dan sujud, dan apabila dunia terasa sempit, beliau akan berseru: "Ya bilal, arihna bis solah." (Sohih Abu Dawud)

Nah, ikhwan tadi sudah mencobanya dan berhasil. Kita kapan? Pernahkan kita ketika ditimpa musibah, hal pertama yang kita ingat adalah Allah? Pernahkah?

*Febriawan Jauhari
Temukan kami @KIMenulis

Bagikan yuk! Agar lebih banyak yang mengambil manfaat. Ad-dallu alal khoir ka fa'ilihi ☺

Menjaminkan Diri Kepada Allah SWT

☀ " MENJAMINKAN DIRI   Kepada ALLAH " ☀
--------------------
Muwwajih : Ummi Rochma Yulika.

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang tak terukur
Alhamdulillah....
Karunia tak terkira hadir dalam hidup kita...
Yakni iman, islam dan ukhuwah krn Allah....

Mengapa kalimat itu yang dipakai sebagai judul?

Karena ini adalah kalimat yg dahsyat kalimat yg luar biasa bahkan kalimat yg mengandung ENERGI yg sulit dibendung...

Lantaran ketika kita mau menjaminkan diri kita kepada Allah niscaya Allah pun akan menjamin kehidupan kita....

~ Innallahasytara minal mu'minina anfusahum wa anwalahum binnalahumul jannah ~

Dan satu ayat lagi yg menginspirasi

Kehidupan yang kita jalani ini tak lain milik Allah.

Kita sebagai hamba wajiblah menaati segala perintah Nya. Kadang memang terasa berat namun, bila kita melakukan karena cinta kepada pasti kemudahan kan kita dapatkan.

Rencana Allah memang tak selalu indah menurut pandangan kita.

Juga bukan yang terbagus. Tapi Rencana Allah itu selalu yang TERBAIK.

Sayangnya kita sebagai manusia tak mampu melihat misteri yang ada di depan.

Namun keyakinan dan BERPRASANGKA BAIK pada setiap ketetapan Allah itu yang kita WAJIB lakukan.

Menjaminkan diri kepada Allah tak lain seperti halnya MEWAKAFKAN diri kita untuk mengabdi pada Nya,

MEMPERJUANGKAN DIEN Nya, serta rela berkorban demi tergaknya KALIMATULLAH di muka bumi ini.

Dalam Qs An Nahl: 97 dikatakan: ➡"Barang siapa mengerjakan KEBAJIKAN, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya KEHIDUPAN yang baik dan akan kami berikan kepadanya belasan PAHALA yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan."

TDK MAIN2 Allah akan MENUKAR dr apa yg kita lakukan utk DIIN Nya...

Perlu diingat....

PENGABDIAN tak cukup dengan dengan SEMANGAT KALA BERUCAP.... Tp DIBUKTIKAN dg TINDAKAN NYATA...

~Infiru khifafa wa tsiqala....~

Kita wajib menjalani seruan Allah dalam keadaan mudah maupun susah....

Jangan sedikit Lelah berkeluh kesah
Sedikit merasa sakit sudah menjerit-jerit
Sedikit terluka krn beda pendapat merasa paling merana

Dan akhirnya seruan tak lg diindahkan krn diri tersibukkan oleh usikan2 dalam jiwanya....

MENGABDIKAN DIRI di jalan Allah adalah saatnya kita MENGGENAPKAN KEIMANAN kita utk BENAR2 TOTALITAS untuk MENGABDI  kepada NYA

⭐ ADA BEBERAPA JAMINAN yang akan kita dapatkan kala kita telah menjaminkan diri kepada Allah. ⤵

🔹 1. KETENANGAN JIWA kan didapat kala kita banyak DZIKIR.

⏩ Dzikir adalah sumber kehidupan bagi hati, jalan terbukanya hati, bahkan dzikir merupakan jalan terbukanya kemudahan.

Jk aku hrs meninggalkan dunia ini... Saat ini.... Ijinkan aku mati dalam kebaikan....

Namun jika Engkau beri usia yg lebih dan kesempatan...
aku akan MEWAKAFKAN diri ini di jalan Mu...

Allah MEMBAYAR KONTAN dg jaminan yg diberikan kpd kami

Spt itu ketika kita mau menjaminkan diri kpd Allah maka Allah akan menjamin kita.

🔹 2. PERLINDUNGAN dan RASA AMAN

BERSERAH DIRI kepada Allah akan melahirkan rasa aman dan terlindungi.

Manusia pada dasarnya itu FAQIR.

Tak punya apa-apa. Hanya Allah yang ia punya.

Namun mereka tak menyadari akan hal itu.

Kala harta meninggalkan kita, anak, suami atau kerabat juga teman misalkan meninggalkan kita,

TAK SEDIKIT PUN ALLAH kan MENINGGALKAN kita.

Hidup manusia berbatas. Semua rasa, peristiwa kan datang silih berganti.

Dan tugas kita hanya menyikapinya dengan SABAR dan SYUKUR dalam setiap keadaan.

Bagi siapa saja yg mau menjaminkan dirinya kpd Allah dia mengenali setiap maksud yg Allah takdirkan utk nya....

Sehingga yg ada hanyalah sabar dan syukur....
Krn itulah IMAN.

🔹 3. Mendapatkan KEMUDAHAN bila kita menjadi manusia yang BERTAQWA.

⏩ Taqwa adalah jalan menuju hidayah, petunjuk dan istiqamah dalam menjalankan agama Allah, seperti yang diperintahkan oleh Nya.

Ketaqwaan pada Allah Azza wa Jalla adalah MODAL KEKAYAAN INSPIRASI, sumber cahaya, dan karunia yang melimpah..

Hikmah yang akan hadir ketika Taqwa tersimpan dalam diri kita:

💦1. Karunia berupa cahaya yang akan menerangi perjalanan manusia.

💦2. Jalan keluar yang menentramkan batin walau besar dan rumit problema yang dihadapi.

💦3. Menjadi manusia yang selalu hati-hati dan senantiasa waspada dalam menapaki perjalanan hidup ini.

💦 4. Menumbuhkan Furqan, yakni mampu membedakan antara yang Haq dan Bathil.

🔹 4. Mendapat KEMENANGAN dengan KESUNGGUHAN dan JIHAD menegakkan agama Allah.

Allah telah menentukan, bahwa kemenangan dan pertolongan Nya SANGAT DEKAT bila kita sebagai hamba mampu menjalani sebab-sebabnya.

Dan Allah sebagai Rabbul asbab, telah menjelaskan sebab-sebab sampainya kemenangan dan pertolongan ada dalam kitab Nya.

Sebelum kita dinyatakan menang di hadapan manusia kita sdh dinyatakan menang di hadapan manusia.

Bagi yg mau menyerahkan dirinya kepada PEMILIK NYA, pemilik hidupnya

Hal yang paling penting adalah dari sampainya pada sebab itu, yakni adanya KESUNGGUHAN untuk BERJUANG MENEGAKKAN KEBENARAN dan mampu menjalani segala kaidah yang ditetapkan.

JIKA sudah berada DIJALAN ALLAH maka MELESATLAH....

Jika tak mampu BERLARILAH Kecil itu sdh cukup

Dan bila itu tak mampu MERANGKAK pun tetaplah bertahan dan bergerak maju tanpa sedikitpun keinginan utk meninggalkan jalan ini.

Di JALAN DAKWAH ini.
Serunyam apa pun kesulitan terhadirkan.

🔹 5. Selalu ingatlah NASIHAT Imam Syafii

Spt itulah bila kita mau mengabdi, berbakti, dan MENJAMINKAN HIDUP KITA DI JALAN ALLAH.

Dan terakhir...
Tentunya kemuliaan yg tak berkesudahan hingga di hidup dalam keabadian.....

Jangan pernah tinggalkan jalan ini sepelik apa pun masalah yg singgah.

Allahu Akbar 🌏

SAHABAT HINGGA AKHIRAT

Tujuh macam persahabatan, namun hanya Satu yang sampai hingga Akhirat.

1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. "Ta'ariihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kos bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan sebagainya.

3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. "Amalan", adalah  persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama2 dokter, guru, dan sebagainya.

6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya.
"Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang." (QS 3:120).

7. "Hubban iimaanan", adalah sbuah ikatan prsahabatan yg lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karna ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat.
Yg tersisa hanya ikatan prsahabatan yg ke 7, yaitu persahabatan yg dilakukan karna Allah.

"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan." (QS 43:67).

Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Saling memberi peringatan (Tahdzir) disaat sahabat tergelincir dalam kesalahan dan Dosa.

Semoga bermanfaat dan kita bisa menjadi sahabat yang baik "Hubban iimaanan". In Sya Allah. Aamiin Ya Robbal 'alamiin

Selasa, 26 Mei 2015

LELAH

LELAH

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
(QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal
(QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga
(QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
(QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
(QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda:

“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”.
(QS. An-Najm: 39-41).

Mari kita mencari kelelahan yang diridhoi Allah SWT...
Dengan syarat tidak mengeluh...

Istirahat qt saat berada di surgax...liqoi robbii...
La'allanaa fil jannatihi..

Minggu, 24 Mei 2015

DOA ADALAH SENJATA

DOA ADALAH SENJATA

Kaum muslimin hamba-hamba Allah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, merupakan perkara yang telah diketahui oleh kaum muslimin, bahkan tidak samar lagi bagi seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bahwa do’a adalah ibadah dari sekian ibadah-ibadah yang Allah perintahkan kepada hanba-hamba-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Berdo’alah kepadaKu pasti Aku kabulkan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang shahih:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Al-Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa do’a-do’a dan ta’awwudz-ta’awwudz (do’a-do’a dalam rangka memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala) kedudukannya seperti sebuah senjata. 

Dan tentunya sebuah senjata tidak semata-mata hanya mengandalkan ketajaman saja. Akan tetapi juga meliputi kelengkapan-kelengkapan lainnya, seperti gagang/pegangan senjata tersebut, dan lain-lainnya. Maka ketika senjata tersebut adalah senjata yang sempurna dan tidak ada kekurangan padanya, pemegangnya adalah orang yang ahli, serta tidak ada penghalang lain untuk mengenai sasaran, maka ia akan mampu menghancurkan musuh. 

Akan tetapi sebaliknya, jika hilang kesempurnaan senjata tersebut atau ada padanya kekurangan, maka kurang atau bahkan hilang pengaruhnya terhadap musuh (tidak bisa menghancurkan musuh).

Beliau juga menjelaskan bahwa do’a merupakan obat yang sangat mujarrab (terbukti) dan sebagai pelindung dari bala`/musibah, mencegah dan mengobatinya, serta meringankan bila musibah telah menimpa. Peran do’a terhadap musibah ada tiga keadaan:

1. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih kuat daripada bala` sehingga bisa mengangkat/menghilangkan bala` atau musibah tersebut.

2. Keberadaan do’a terhadap bala` lebih lemah daripada bala`, maka bala` tersebut akan menimpa hamba (yang berdo’a). Akan tetapi terkadang do’a yang lemah tadi bisa meringankan bala` yang menimpa.

3. Keberadaan do’a terhadap bala` berimbang atau sama kuat, sehingga saling mencegah satu dengan yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يُغنِي حَذْرٌ مِنْ قَدَرٍ ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ ، وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، وَإِنَّ البَلاَءَ لَيَنْزِلُ فَيَتَلَقَّاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah bermanfaat kehati-hatian dari takdir dan do’a bermanfaat terhadap apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Sesungguhnya bala`/musibah pasti terjadi kemudian bertemu dengan do’a, maka keduanya saling berperang sampai datangnya hari kiamat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim dari shahabiyah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah. Lihat Ad-Da’ wa Ad-Dawa’)

Demikianlah do’a, memiliki peran yang luar biasa pengaruhnya dalam melindungi diri. Oleh karenanya, penting bagi seseorang yang berdo’a untuk mengetahui syarat-syarat dan adab-adab dalam berdo’a, serta hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya do’a, sehingga do’a tersebut benar-benar akan berfungsi sebagai sebuah senjata yang ampuh. Diantara syarat dan adab dalam berdo’a adalah:

1. Ikhlash, hadirnya hati, dan mengharap do’anya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak menerima do’a dari hati yang lalai lagi main-main (tidak bersungguh-sungguh).” (HR. At-Tirmidzi)

2. Tidak terburu-buru

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan hal ini dalam sabdanya:

Akan dikabulkan do’a salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru (dalam do’anya) dan berkata: “Saya telah berdo’a, tapi belum juga dikabulkan!” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). 

Dalam riwayat Muslim dengan lafazh: “Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia tidak berdo’a dalam perkara dosa atau dalam rangka memutus hubungan silaturrahim, serta tidak terburu-buru.” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apa maksudnya terburu-buru (dalam do’a)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yaitu orang yang berdo’a tersebut berkata: ‘Saya sudah berdo’a dan berdo’a, tapi belum juga dikabulkan.’ Kemudian ia jenuh/bosan untuk berdo’a dan akhirnya meninggalkan do’a (tidak lagi berdo’a).”

Makna terburu-buru dalam berdo’a disini yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits, yakni terburu-buru untuk melihat hasil do’anya. Dan bukan maknanya, terburu-buru dalam melafazhkan do’a, walaupun yang demikian ini mengurangi adab dalam berdo’a.

3. Menjauhi perkara yang haram

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan rambutnya acak-acakan dan penuh debu, kemudian ia (laki-laki tersebut) mengangkat tangannya ke langit (seraya berdo’a), “Ya Rabbi, ya Rabbi,” akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka bagaimanakah do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita selaku umatnya dari hal-hal yang haram, baik makanan, minuman, pakaian, serta hasil usaha yang haram yang mana itu semua merupakan penghalang terbesar dikabulkannya do’a.

4. Mengangkat tangan ketika berdo’a

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

5. Memilih waktu-waktu dikabulkan do’a

Memperhatikan waktu-waktu yang mustajab (waktu-waktu do’a dikabulkan) merupakan hal penting bagi seorang yang berdo’a. Yang mana pada waktu-waktu tersebut sangat besar kemungkinan do’a dikabulkan, maka diantara waktu-waktu mustajab yang disebutkan oleh ulama berdasarkan dalil dari Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih adalah: Sepertiga malam akhir, antara adzan dan iqamah, akhir waktu Ashar hari Jum’at, ketika sujud, ketika safar, ketika berpuasa, akhir dari shalat lima waktu (yakni ketika sebelum salam).

Jika terpenuhi pada sebuah do’a syarat dan adabnya, serta tidak adanya penghalang, dan dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, maka hampir-hampir do’a tersebut tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala, serta do’a tersebut benar-benar berfungsi seperti sebuah senjata ampuh yang memberikan manfaat bagi pemiliknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Buletin Islam AL ILMU Edisi: 15/IV/VIII/1431

Syafa'at Al Qur'an di Dalam Kubur

🍀SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR⚡

🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁

🐚Merinding bacanya... Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini...aamiin

📖Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

-📜 Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). 

📔Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

📓Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

📒Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

📗Lalu ia berpaling kepad sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. 

⌚Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

📣Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

🎿Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

📖Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

⌛Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin.. 

🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂

➰Prof. DR. Ahmad Sathori Ismail.

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dgn hati📚

Jagalah Hati

JAGALAH HATI (SURAT KECIL UNTUK PENUNTUT ILMU)…

April 28, 2015

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Banyak penuntut ilmu yang mengeluhkan hafalan Quran-nya yang stagnan, cuma jalan di tempat. Bertahun-tahun waktu ia habiskan, namun hafalannya cuma segitu-segitu saja. Atau mengeluhkan betapa susahnya mengokohkan apa yang pernah dihafal. Semua terasa begitu berat.

Belum lagi ilmu-ilmu lainnya; hadits-hadits yang dulu pernah dihafal, persoalan-persoalan fikih yang dulu pernah dipahami, ataupun untaian-untaian indah ulama-ulama terdahulu yang sempat mampir dalam memori.

Keluh-kesah ini terkadang membuat seseorang merasa frustasi dan putus asa. Saat kita bertanya-tanya dalam hati, mengapa ilmu-ilmu yang telah diperoleh, belum lagi membekas di dalam diri ?

Ada yang salah dalam diri ini, dan itu pasti.

Tatkala problem mendera, sebelum protes kesana-kemari, hingga menuduh pihak-pihak lain, maka tuduhan pertama wajib kita arahkan pada diri sendiri. Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan cobaan apapun yang menimpamu, maka adalah buah dari perbuatan tanganmu”

Imam al-Ilbiriy mengatakan dalam mandzumahnya :

ونفسك ذم لا تذمم سواها

بعيب فهي أجدر من ذممت

“Dan jangan mencela siapapun atas aib diri kecuali dirimu,

Dialah yang paling pantas untuk dicela”

قال بعض السلف: آفة العبد رضاه عن نفسه، ومن نظر إلى نفسه باستحسان شيء منها فقد أهلكها، ومن لم يتهم نفسه على دوام الأوقات فهو مغرور

Sebagian ulama salaf pernah berujar, “Adalah petaka bagi seorang hamba bila ia merelakan nafsunya. Barangsiapa yang melihat dirinya dengan menganggap baik satu bagian darinya, maka sungguh ia telah mencelakakannya. Dan barangsiapa yang tidak menuduh dirinya dari waktu ke waktu, maka ia adalah orang yang tertipu.”

Seorang Imam besar pernah mengeluhkan hal yang kurang lebih senada kepada gurunya. Sang Guru pun menasehati muridnya untuk meninggalkan dosa, seraya berkata,

“Ilmu adalah cahaya, dan Allah tidak menganugerahi cahaya-Nya kepada seorang pendosa”.

Imam besar tersebut adalah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i, dan guru beliau adalah Imam Waki’.

Ilmu memiliki cawan tempat dimana ia menetap. Dan cawan ilmu itu adalah hati.

Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing,

Sudahkah kita membersihkan cawan ilmu itu sendiri ?

Sejauh mana usaha kita membersihkan hati ?

Segala sesuatu memiliki wadah. Dan wadah ilmu, tempat ilmu bersemayam, adalah hati.

Tatkala kita menemukan sesuatu yang berharga dari perbendaharaan dunia, tentu kita akan mencari tempat yang paling aman untuk menyimpannya. Dan bagi seorang penuntut ilmu, ilmu jauh lebih berharga dari semua perbendaharaan dunia. Maka membersihkan hati semestinya menjadi fokus utama seorang penuntut ilmu.

“Karena perumpamaan ilmu di dalam hati bagaikan lentera. Apabila kaca lentera itu bening, maka cahaya yang dipancarkan akan terang benderang. Namun bila kaca lentera itu ditutupi kotoran, maka cahayanya akan menjadi redup.”

Ada ungkapan yang mengatakan:

فالعلم جوهر لطيف لا يصلح الا للقلب النظيف

“Ilmu adalah permata yang halus, dia tidak layak kecuali untuk hati yang bersih”

Banyak sekali noda-noda yang harus kita singkirkan dari hati, yang kesemuanya kembali kepada 3 pokok sebagaimana yang disebutkan Ibnul Qayyim dlm kitab alfawaid :

1. Noda Syirik
2. Noda Bid’ah
3. Noda Maksiat

Allah berfirman, memerintahkan nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam

ْوَثِيَابَكَ فَطَهِّر

“Dan pakaianmu, maka bersihkanlah.”

Walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir dalam menjelaskan arti pakaian pada ayat ini, apakah yang dimaksudkan adalah pakaian zahir ataukah batin. Namun Ibnu Jarir menyebutkan bahwa mayoritas salaf menafsirkan pakaian pada ayat ini dengan makna batin, hal itu disimpulkan setelah memperhatikan siyaq (runut) pada ayat-ayat sebelumnya.

Saudaraku fillah. .
Bila kita merasa malu di hadapan manusia saat berpakaian lusuh dan kumuh, maka sudah seharusnya kita merasa malu bila melihat hati kita yang kumuh dan lusuh denga noda-noda dosa. Karna Allah tidak memandang rupa dan harta kita, tapi melihat hati dan amalan kita, sebagaiman sabda nabi shallallahu’alaihiwasallam ,

ان الله لا ينظر الي صوركم واموالكم ولكن ينظر الي قلوبكم راعمالكم

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amalan kalian.”

قال سهل بن عبد الله التستري, حرام علي قلب ان يدخله النور وفيه شيء مما يكره الله

Sahl bin Abdullah Tusturiy pernah mengatakan, “Haram bagi hati untuk dimasuki cahaya, bila di dalamnya ada perkara-perkata yang dibenci oleh Allah.”

Semoga kita diberi taufik untuk membersihkan hati-hati kita, dan kelak kembali kepadanya dengan hati yang selamat.

﴿يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ * إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ﴾

“Hari dimana tiada bermanfaat lagi harta dan anak keturunan, kecuali hamba yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.”

اللهم آت نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكاها أنت وليها ومولاها

Ya Allah..! Anugerahkanlah ketakwaan pada jiwa-jiwa kami, bersihkanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang membersihkan jiwa. Engkaulah Penguasa dan Pemiliknya.

by: Sami Himmah
Editor: ACT El Gharantaly
Madinah 09-07-1436 H

(Dari http://bbg-alilmu.com/archives/12882)

Iman Adalah Bekal Utama Kita

🏡OASE DAKWAH
Kamis, 7 Mei 2015

Iman Adalah Bekal Utama Kita
Oleh: Rochma Yulika

Kita berjalan berbekalkan iman.
Untuk menyusuri singkatnya kehidupan.
Meski kita tak pernah tahu apa yang ada di hadapan.
Dan kekuatan iman yang kita jadikan sebagai sandaran dalam menyelesaikan perjalanan.

Menguatkan asa bagai mengukir di atas batu.
Sesulit apa pun tetap berjuang dan tak pernah kenal jemu.
Tak ada yg mustahil dalam dunia ini jika ada kata usaha.
Karena sesungguhnya mustahil itu tidak ada.

Keterbatasan diri untuk mengetahui yang tak pasti mengajarkan pada kita untuk senantiasa dalam penjagaan.
Meski beralas keraguan, meski beratap ketidakpastian.
Tetap melangkah menjemput cita dengan berbekal keimanan.

Tak secuil keinginan tuk menyerah walau terkadang harus berlelah.
Tak sedikit pun mundur walau tubuh akan hancur.
Tak selintas pikiran tuk buang harapan walau harus berkawan kesulitan, pun berteman rintangan

Imam Hasan Al Banna mengungkapkan: "Mereka mendengar seruan yang mengajak untuk beriman, maka mereka pun beriman. Kita memohon kepada Allah agar membuat diri kita mencintai iman ini, menghiasi hati kita dengannya sebagaimana Allah pernah memberikan cinta itu kepada mereka dan menghiasi hati mereka dengannya. Iman adalah Bekal utama kita. (Ath-Thariq ila Ar-Rabbaniyyah, Majdi Al Hilali, hlm 46-47)

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/33/07/05/2015
oaseodoj@gmail.com


Imam Hasan Al Banna Menyatakan, "Dakwah ini Rabbani karena dasar dari seluruh tujuan kita agar mengenal Tuhannya dan membangun ruhiyah yang  mulia dari hubungannya dengan Allah, sehingga jiwanya terhindar dari kejumudan dan mengingkari materialisme menuju kesucian insani yang terhormat dan indah.
kita berseru di lubuk hati yang paling dalam bahwa,'Allah adalah tujuan kita'. (Risalah Da'watuna fi thaur Jadid, 226)

"Wahai generasi muda, perbaikilah imanmu, tentukan tujuan dan sasaranmu. Sesungguhnya, kekuatan yang paling utama adalah iman. Iman akan menghasilkan persatuan. Dan persatuan akan menghasilkan kemenangan yang besar dan nyata. Berimanlahn berukhuwahlah, berbuatlah, lalu tunggulah kemenangan itu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman." (Risalah ila Asy-syabab, 176)

Asy-Syahid Imam Hasan Al Banna berkata, "Kebanyakan manusia memandang dakwah-dakwah yang ada dari aspel lahiriyah dan penampilan luar. Mereka sering melupakan faktor-faktor kejiwaan dan naluri ruhiyah. Inilah bekal dakwah yang sebenarnya, yang menjadi landasan kemenangan dan perkembangan dakwah".
(Risalah Da'watuna fi thaur Jadid, 232)

®Bunda Rochma Yulika
Divisi Tarqiyah Imaniyah-Kaderisasi-PSDM-ODOJ

Jalan Dakwah

📝 Jalan Dakwah
👤 Ustadz Satria

➰➰➰➰➰➰➰➰

📕Kita mungkin tak saling kenal,
Mungkin juga tak satu kanal,
Berbeda bahasa dan juga berlainan asal.

📗Aku dan kalian bukan lah saudara seibu,
Tidak juga dari daerah yang satu,
Bahasa kita beragam,
Kepribadian kita juga bermacam.

📘Mungkin ada yang suka bercanda,
Yang terkadang menorehkan luka,
Ada juga yang suka diam tak bicara,
Namun suka memaafkan dan tak marah.

📙Usia kita juga berjenjang,
Ada yang dewasa dan sudah matang,
Ada yang masih muda dan sering bimbang,
Ada yang sudah menikah, dan ada juga yang masih bujang.

Namun... 🌹🌹🌹

Ada satu kesamaan kita,
Ada satu tujuan arah,
Ada satu yang sama kita sembah.

📓Di jalan dakwah ini kita berjumpa,
Berkumpul serta sama bekerja,
Melepas perbedaan tuk satukan langkah, Menebar Islam dan menjadi pencerah.

📔Di jalan dakwah ini kita sama bersatu,
Menghalau musuh yang kian menggebu,
Menjadikan kita saling memusuhi antar satu,
Menjadikan kita sering berdebat dan berseteru.

📓Di jalan dakwah ini kita saling mengingatkan,
Saling menasehati dan selalu menguatkan,
Saling mendorong dan juga berpegangan,
Hingga masing-masing kita pun mengalami peningkatan.

📒Di perahu dakwah ini kita bertemu,
Walau berbeda, namun kita tak pernah jemu,
Memotivasi serta bertukar ilmu,

👍My brother...
I love you fiLlah...
I love you liLlah...
We meet and separated bcoz Allah...
And i wish, may Allah make we all together in Jannah...
Like today we all together in dunya...

----------------------------------
BP2A-RDI/01/1/VII/1436
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Follow us :
👥FB : Rumah Dakwah Indonesia - RDI
🌐Twit : @RDI_rumahdakwah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍃🍂