Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Wanita Sholehah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Wanita Sholehah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Manajemen Cinta

Manajemen Cinta
Tazkiyatun Nufus
oleh : Julia Ristiana
sumber : Dakwatuna.com

🌹 Fenomena keterhanyutan dan kelarutan generasi muda dalam jebakan kampanye cinta palsu beberapa tahun belakangan ini lebih merefleksikan gejala umum seperti jiwa kepenasaranan, kehausan, dan kebingungan akan Makna cinta. (Dr. setiawan budi utomo dalam manajemen cinta, dakwatuna.com, diakses pada pukul 09.12)

Allah memberikan rasa cinta, kasih dan sayang melalui apa apa yang Allah berikan kepada kita sebagai hambanya. Mulai dari penjagaan Allah kepada kita, lalu Allah yang tak henti hentinya memberikan magnet cintanya kepada kita hingga saat kita jauh Allah menegur kita dan mengajak kita untuk "Ayo sayang kembali kejalanku". Ketika Allah cemburu karena cinta kita tidak untuknya Allah menunjukkan kecemburuannya dengan menjaga kita sehalus-halusnya, memarahi kita dalam teguran yang selembut lembutnya melalui dialog hati kita.

Managemen cinta yang akan kita bahas kali ini terkait dengan makna cinta yang sekarang mulai bergeser dan tidak bisa kita atur skala prioritasnya.

Dr. Setiawan Budi dalam tulisannya tentang manajemen cinta mengatakan, "Cinta memang persoalan hati (qalbu) dan hati seperti namanya adalah bersifat labil (yataqallabu) sehingga diperlukan upaya maksimal lahir dan batin dalam pengendaliannya secara adil untuk setiap yang berhak menerimanya.

"Ada tiga perkara yang siapapun memilikinya niscaya akan merasakan kelezatan iman, barang siapa yang Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari lainnya, barang siapa yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan siapa yang benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci di campakkan ke dalam api neraka". (HR Bukhori dan Muslim)

Percayalah proses cinta yang dinaungi keberkahan Allah itu tidaklah mudah. Karena cinta yang dikehendaki oleh islam bukanlah cinta bodoh, ataupun cinta sejati. Rela meninggalkan segala hal demi rasa cinta sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Jadi, bagaimana kita memanage cinta kita? Aku yakin setiap dari kita punya seseorang yang kita cintai. Saudara kita, orangtua kita, ataupun siapa dia yang tak boleh disebut namanya. Haha.

Cinta begitu dahsyat hingga bisa membuat seseorang yang keras hatinya, menjadi selembut angin. Buruk rupa menjadi secantik atau seganteng manusia tercantik dan terganteng di dunia. Bahkan di film kartun yang gemar saya tonton, cinta menjadi virus yang amat berbahaya dan bisa membuat seseorang tangguh berubah menjadi lemah tak berdaya.

Kenapa bisa seperti itu? Saya juga tidak tahu, engga dehh saya tahu sedikit.

Jadi, apa yang salah dari cinta? Yang salah adalah jatuh cinta. Ketika kita terjatuh dalam mencinta. Makna jatuh cinta yang kita tahu apa teman?

1. Seseorang yang membuat kita tertarik
2. Membuat kita mengingatnya dalam setiap helaan nafas kita (itu lebay)
3. Mencari pembenaran atas tindakan nya
4. Semakin dalam, terbiasa.
5. Puncaknya adalah menghendaki dia yang namanya tak boleh disebut menjadi seseorang yang selalu dekat dengan kita.

Jadi kawan, sebaiknya kita antisipasi agar hal ini tidak menjerumuskan kita kepada cinta yang melalaikan dan membuat Allah tak ridho.

Penanggulangan bencana cinta sebelum halal adalah:

1. Jaga pandanganmu kawan.
Ketika kita menjaga pandangan dunia akan merasa kalau kita cuek dengan dia yang namanya tak boleh disebut. Tapi ada cara untuk tidak cuek padanya tanpa dia tahu dan tidak jadi bahan kerja setan yaitu ketika sholat kita, kita menyebut nama nya dalam doa kita.

2. Mengurangi interaksi yang akan membuat kondisi kalian "teeeeeettttt aku bersamanya skrg dan tak bisa jika tidak memperhatikannya dan salah tingkah" pliss teman ayoo bersikap cool. Wanita bisa menyembunyikan perasaan hingga 40 tahun lamanya. coba cara ini.

Ingat!
Allah harus lebih dari manusia. Manusia gak bisa apa apa.

Ketika Zulaikha mencintai nabi Yusuf maka Allah menjauhkan nabi Yusuf darinya tp ketika Zulaikha bertaubat dan lebih mencintai Allah dari pada nabi Yusuf apa yang terjadi? Allah dekatkan Zulaikha dengan nabi Yusuf.

"Saat kau tertarik pada seseorang, pikirlah dengan pemikiranmu yang tajam, apa yang membuatmu tertarik padanya! Bila kau merasa senang padanya hanya karena sejuk menatapnya dikali pertama, ingatlah bahwa ini tempat kerja setan. Pandangan adalah panah panah beracun yang dipersenjatai setan. Tapi, bila suatu saat kau tertarik pada seseorang karena kebaikan agamanya, lalu ingin bersama dengannya melalui cara yang sesuai agamanya, maka jagalah baik baik hingga sampai tiba saatnya niatmu bisa dilaksanakan. Buktikanlah bahwa akal dan hati bisa membedakan keduanya"

Bagaimana agar kita tidak terjatuh dalam mencinta? ⚡⚡⚡

1. Menjadikan cinta Allah dan Rasulnya diatas cintamu terhadap lainnya di muka bumi.
Cinta dan benci karena Allah akan menjadi filter, kontrol sekaligus tolak ukur dalam mencintai segala hal. Adapun cinta yang arif sejati adalah sebagaimana cinta allah kepada hambanya dan cinta Rasul kepada Umatnya (Al-Kahfi:18).

2. Cinta kepada Orang tua.
Cinta kepada orangtua porsinya setelah kita cinta pada Allah. Cinta seorang anak laki-laki dan wanita yang blm menikah kepada orangtuanya. Jika sudah menikah, kepada suaminya barulah kepada orangtuanya.

3. Cinta kepada istrinya, suaminya dan anak-anaknya barulah cinta yang sifatnya materi fisik, pengakuan aktualisasi diri.

Sekian semoga dapat memberikan pelajaran bagi kita semua
lepaskan tinggalkan dia karena DIA (Allah).

Kamis, 13 Agustus 2015

MENIKAH, BUKAN SEKEDAR CINTA

🌹Bismillaahirrahmaanirrahiim
MENIKAH, BUKAN SEKEDAR CINTA 💞

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1. Pernikahan itu bukan sekedar mengenai cinta tapi yg utama adalah KOMITMEN

2. Betapa banyak pernikahan yang rusak karena yang DIPERBARUI HANYALAH CINTA bukan komitmen

3. Pernikahan akan makin BERKAH jika komitmen makin menguat meski
cinta menurun bahkan lenyap

4. Cinta itu wilayah RASA. Sementara komitmen wilayah LOGIKA. Rasa
boleh berkurang namun logika harus selalu menguat dalam pernikahan

5. Logika memahami bahwa pernikahan adalah TAQDIR. Dan menjalaninya
dengan SYUKUR dan SABAR adalah Ibadah

6. Komitmen kita dalam pernikahan diukur sejauh mana KOMITMEN kita
dengan ALLAH. Sebab akad nikah dan syahadah sama-sama dikenal sebagai
'ikatan yg kokoh'

7. ALLAH PENGIKAT JIWA antar pasutri. Sehingga rayuan mesra kepada
istri pun tak bisa menjaga keutuhan pernikahan jika HUBUNGAN kepada
ALLAH TAK DIPELIHARA

8. Penyelesaian utama pada saat konflik pernikahan adalah penyelesaian
komitmen bukan cinta. Sebab cinta tak bisa dipaksakan. Tapi komitmen
bisa dikuatkan

9. Perbaikan komitmen pernikahan yakni menyadari bahwa akad nikah
adalah JANJI KEPADA ALLAH untuk memuliakan istri dan anak. Kelak akan
DITAGIH

10. Bertahan dalam sebuah pernikahan meski tanpa cinta tapi karena
komitmen saat akad menunjukkan integritas lelaki sholih

11. Penguatan komitmen pernikahan DIMULAI dari penguatan syahadah
dengan ibadah kepada pemilik hati yakni Allah SWT

12. Sebab pernikahan bukan sekedar pelampiasan cinta dan syahwat. Tapi
IMPLEMENTASI dari SYAHADAH yakni IBADAH

13. Pernikahan yg TAK ADA AKTIVITAS IBADAH di dalamnya, lebih tepat
disebut PERKAWINAN. Kambing, kerbau dan sejenisnya juga bisa
melakukannya

14. Itulah kenapa jika sekedar utk 'KAWIN' maka pernikahan tdk butuh
komitmen tapi obat kuat dan minuman suplemen

15. Dalam pernikahan yg tidak didasari komitmen namun mengagungkan
cinta maka tampilan FISIK itu paling utama.

16. Wajar, rasulullah menjadikan faktor AGAMA sebagai yg utama dalam
merencanakan pernikahan. Sebab hanya orang-orang beragama yg siap
berkomitmen

17. Maka saat konflik rumah tangga melanda, tak perlu cari seribu satu
cara untuk tumbuhkan cinta. Fokuslah kepada PENGUATAN AQIDAH sebagai
fondasi perbaruan komitmen

18. Cinta akan terajak dan makin tumbuh tatkala komitmen makin
menguat. Sebab CINTA adalah makhluk Allah yang hadir atas PERINTAH
dariNya

19. Jika ‘TERPAKSA’ berpisah adalah konsekuensi dari aqidah. Bukan
karena cinta yang pupus sudah. Sebab TAKKAN BERKUMPUL dalam sebuah
rumah antara ahlul IBADAH dan ahlul MA'SIYAH

20. Semoga rumah tangga kita senantiasa DIIKAT KARENA ALLAH bukan atas
paras cantik dan sebab kemewahan dunia (bendri jaisyurrahman)

Selasa, 11 Agustus 2015

Romantis Itu...

Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah kemasjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.

Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang…kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”

Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”

Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”

Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.

Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.

Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.Romantis itu…Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.

Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.

Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...

belajar , dan terus belajar untuk bisa lebih romantis😘

Rabu, 15 Juli 2015

Persiapan Calon Istri !!


1. Istri… hmmm, wanita hebat di belakang suami | Hebatnya karena tempaan diri | Madrasah pertama bagi anak2nya pula #PersiapanCalonIstri

2. Menjadi istri itu mudah | Tanpa ilmu pun bisa | Tapi masa' mau jadi istri yang biasa2 aja ? Ga kan ? #PersiapanCalonIstri

3. Sejak muda, asahlah bakat keibuan dan kedewasaan mu | Karena anak kita layak mendapat ibu yang dewasa #PersiapanCalonIstri

4. Hafalan Qur'annya jgn lupa ditingkatin | Kelak saat hamil, si anak bakal seneng banget dilantunkan bacaan Qur'an dari ibunya. #PersiapanCalonIstri

5. Berlatihlah sabar sejak sekarang | Karena engkau akan sering bangun malam kelak saat anakmu menangis. #PersiapanCalonIstri

6. Belajar lah mengatur keuangan | Istri itu manajer keuangan rumah tangga | Biarkan suamimu berfokus pada mencari, engkau yg mengelolanya. #PersiapanCalonIstri

7. Kemampuan mempercantik diri itu penting | Berikan yang tercantik untuk suami seorang | Jangan sering kumel di depannya :) #PersiapanCalonIstri

8. Bisa masak itu nilai plus | Menunjukkan rasa cinta pada suami lewat perutnya | Dijamin suami betah makan dirumah :) #PersiapanCalonIstri

9. Biasakan jangan suka curhat pada lain jenis sejak muda | Itu tanda kesetiaanmu pada suami kelak. #PersiapanCalonIstri

10. Olahragalah sejak sekarang | Semakin langsing, semakin lincah gerak ngurus rumah n suami kan ? :) #PersiapanCalonIstri

11. Spesialkan dirimu untuk suami mu saja | Jika ada masa lalu, lupakan | Insya Allah suamimu akan melupakannya juga. #PersiapanCalonIstri

12. Bangunlah sholat malam, saat ini tak apa sendiri dulu | Kelak, bakal ada suamimu yg akan mengimami, tanda kesyukuran kalian. #PersiapanCalonIstri

13. Puasa sunnah jadi tameng diri mu | Kelak, itu akan jadi benteng kesabaran saat urusan rumah tangga begitu pelik. #PersiapanCalonIstri

14. Jaga rahimmu sejak sekarang | Itu akan jadi tempat bermula bagi anak2mu kelak. #PersiapanCalonIstri

15. Belajarlah memaafkan setiap salah | Karena rumah tangga itu tempat saling mengoreksi yang salah, berjalan membenarkan bersama. #PersiapanCalonIstri

16. Buang jauh2 ego | Ego tak akan menang dalam rumah tangga, malah memperkeruh suasana | Mendengar lebih banyak. #PersiapanCalonIstri

17. Belajarlah tersenyum, walau masalah begitu berat | Karena perlu kau tahu, bahwa senyuman utk suami, adalah peneduh hatinya. #PersiapanCalonIstri

18. Tak apa lemah & bermanja di depan suami, itu jadi kekuatan suami menguatkan | Tapi kuat dan tegarlah didepan anak2 dan orangtua. #PersiapanCalonIstri

19. Kodrat wanita suka belanja | Mumpung masih belum nikah, coba lebih kontrol | Pisahkan mana kebutuhan, mana keinginan. #PersiapanCalonIstri

20. Belajarlah menahan amarah | Jika harus marah pada suami, lakukan tanpa org lain tahu selain berdua. Terutama anak. #PersiapanCalonIstri

21. Istri itu layak berpendidikan tinggi, atau setidaknya punya kemauan belajar tinggi | Karena engkau akan jadi guru untuk anakmu sendiri. #PersiapanCalonIstri

22. Belajarlah ilmu agama | Kelak, jangan serahkan pendidikan agama anakmu pada asisten rumah tangga | Ia anakmu, bukan anak org lain. #PersiapanCalonIstri

23. Belajarlah kata2 romantis, namun jangan keluarkan sekarang | Suami juga senang loh diberi hal yg romantis. :) #PersiapanCalonIstri

24. Rendahkan suaramu di depan lelaki lain, lembutkan suaramu hanya pada suami saja | Itu wujud kecintaanmu padanya kelak. #PersiapanCalonIstri

25. Teruslah doa ke Allah utk sosok lelaki misteri yg bakal menjadi suamimu kelak | Doa dalam diam, kelak Allah yg akan menyampaikan :') #PersiapanCalonIstri

26. Biarkanlah rasa cinta yg membuncah itu tertahan di dada mu | Hingga saat halal menanti, baru engkau ungkapkan semuanya. #PersiapanCalonIstri

27. Jemput jodohmu melalui cara yg Allah ridhoi | Taaruf lah | Sambil menunggu, persiapkan diri jadi istri super. #PersiapanCalonIstri

28. Jika merasa jodohmu jauh saat ini, bersabarlah | Allah sedang menyiapkan suami terbaik untukmu | Yakinlah ia sedang Allah tempa juga. #PersiapanCalonIstri

29. Calon suami mu sedang duduk di ujung sana di atas sajadahnya | Ia sedang mempersiapkan diri pula | Engkau bersiap menantinya kan ? :')

30. Nantikan ia dalam ketaatan | Nantikan ia dalam persiapan | Nantikan ia dalam doa di penghujung malam. #PersiapanCalonIstri

31. Sekian #PersiapanCalonIstri, semoga makin memantapkan persiapan. Semoga berguna, dan menjadi pendorong diri berbenah.

32. Sungguh, para suami-suami di belahan dunia manapun, merindukan istri terbaik menurut Allah untuknya. Jadilah yg dirindukan. Sekian. :')

@tausiyahku

Jumat, 10 Juli 2015

Tips Menjadikan Anak Hafidz

INI YANG DILAKUKAN IBU 3 HAFIZ TERMUDA DI DUNIA SAAT HAMIL

Ingin punya anak yang hafal Al Qur’an? Cara yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar, ibu dari 3 hafizh termuda di dunia (Tabarak, Yazid, Zeenah), ini bisa diadopsi.

Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:

Banyak Tilawah

Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

Menghafal Al Qur’an

Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

Berdoa

Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.

Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude). Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.

Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya. Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.

Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.

Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Masya Allah… [Muchlisin BK/Bersamadakwah]


Rabu, 08 Juli 2015

KISAH

📚📢🔰🌷 KISAH NAJMUDDIN AYYUB MENCARI JODOH

👋 Semoga Allah mengkaruniakan kami dan anda sekalian dengan semisal isteri yang shalehah ini yang akan menggandeng tangan anda menuju ke dalam jannah

✋ Najmuddin Ayyub (amir Tikrit) belum juga menikah dalam tempo yang lama. Maka bertanyalah sang saudara Asaduddin Syirkuh kepadanya: “Wahai saudaraku, kenapa engkau belum juga menikah?”

▪Najmuddin menjawab: “Aku belum menemukan seorang pun yang cocok untukku.”

▫“Maukah aku pinangkan seorang wanita untukmu?” tawar Asaduddin.

▪“Siapa?” Tandasnya.

▫“Puteri Malik Syah, anak Sulthan Muhammad bin Malik Syah Suthan Bani Saljuk atau puteri menteri Malik,” jawab asaduddin.

▪“Mereka semua tidak cocok untukku” tegas Najmuddin kepadanya.

▫Ia pun terheran, lalu kembali bertanya kepadanya: “Lantas siapa yang cocok untukmu?”

▪Najmuddin menjawab: “Aku menginginkan wanita shalehah yang akan menggandeng tanganku menuju jannah dan akan melahirkan seorang anak yang ia didik dengan baik hingga menjadi seorang pemuda dan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.”

🌷👍 Ini merupakan mimpinya.
Asaduddin pun tak merasa heran dengan ucapan saudaranya tersebut. Ia bertanya kepadanya: “Terus dari mana engkau akan mendapatkan wanita seperti ini?”

▪“Barang siapa yang mengikhlaskan niatnya hanya kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadanya,” jawab Najmuddin.

📁💡Suatu hari, Najmuddin duduk bersama salah seorang syaikh di masjid di kota Tikrit berbincang-bincang. Lalu datanglah seorang pemudi memanggil syaikh tersebut dari balik tabir sehingga ia memohon izin dari Najmuddin guna berbicara dengan sang pemudi. Najmuddin mendengar pembicaraan sang syaikh dengan si pemudi. Syaikh itu berkata kepada si pemudi: “Mengapa engkau menolak pemuda yang aku utus ke rumahmu untuk meminangmu?”

🌷 Pemudi itu menjawab: “Wahai syaikh, ia adalah sebaik-baik pemuda yang memiliki ketampanan dan kedudukan, akan tetapi ia tidak cocok untukku.”

🔊 “Lalu apa yang kamu inginkan?” Tanya syaikh.

🔰Ia menjawab: “Tuanku asy-syaikh, aku menginginkan seorang pemuda yang akan menggandeng tanganku menuju jannah dan aku akan melahirkan seorang anak darinya yang akan menjadi seorang ksatria yang bakal mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.”

💥📢 Allahu Akbar, satu ucapan yang persis dilontarkan oleh Najmuddin kepada saudaranya Asaduddin.
Ia menolak puteri Sulthan dan puteri menteri bersamaan dengan kedudukan dan kecantikan yang mereka miliki.

✋Demikian juga dengan sang pemudi, ia menolak pemuda yang memiliki kedudukan, ketampanan, dan harta.
Semua ini dilakukan demi apa? Keduanya mengidamkan sosok yang dapat menggandeng tangannya menuju jannah dan melahirkan seorang ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.

✔🔥 Bangkitlah Najmuddin seraya memanggil syaikh tersebut, “wahai Syaikh aku ingin menikahi pemudi ini.”

⚠ “Tapi ia seorang wanita fakir dari kampung,” jawab asy-syaikh.

▪“Wanita ini yang saya idamkan.” tegas Najmuddin.

🌷🏠Maka menikahlah Najmuddin Ayyub dengan sang pemudi. Dan dengan perbuatan, barang siapa yang mengikhlaskan niat, pasti Allah akan berikan rezeki atas niatnya tersebut.
Maka Allah mengaruniakan seorang putera kepada Najmuddin yang akan menjadi sosok ksatria yang bakal mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin. Ketahuilah, ksatria itu adalah Shalahuddin al-Ayyubi.

🔺🔊 Inilah harta pusaka kita dan inilah yang harus dipelajari oleh anak-anak kita.

📖 Talkhis: Kitabush Shiyam min Syarhil Mumti’ karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaiminرحمه الله.

📚 Di ambil dari Majmu’ah Thalibatul ‘ilmi

Selasa, 07 Juli 2015

Apakah Wanita Haidh Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar?

Haidh Di Penghujung Ramadhan

Haidh bagi wanita adalah suatu keniscayaan..

Haidh untuk wanita merupakan anugerah kenikmatan..

Jangan diingkari apalagi di sesali..

Walaupun terjadi di penghujung bulan suci..

A. Ketetapan Allah.

Tatkala Aisyah bersedih sebab kedapatan haidh ketika berhaji..

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Perkara ini (haidh) adalah suatu ketetapan yang Allah berikan kepada kaum wanita

فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

"Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thawaf di Ka’bah hingga engkau bersih..”  (HR. Bukhari: 305, Muslim: 1211)

Bagi hamba yang beriman..

Berkurangnya kesempatan beribadah merupakan kesedihan..

Namun bukanlah menjadi penghalang..

B. Berbuat Apa?

Juwaibir berkata bahwa dia pernah bertanya pada adh-Dhahak rahimahullahu ta’ala,

“Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tertidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar…?”

Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian..

Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian Lailatul Qadar…” (Lathaiful Ma’arif: 341)

Diantara amalan yang dapat dilakukan:

1) Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar, terutama doa yang dianjurkan saat lailatul Qadr.

2) Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh langsung mushhaf (misal gunakan pelapis)

3) Bersedekah kepada sesama,

4) Mempersiapkan sahur dan berbuka bagi keluarga,

5) Beragam amal kebajikan lainnya

C.  Bahagia Amal Diterima.

Fudhalah bin ‘Ubaid berkata,

"Bila saja aku mengetahui Allah menerima dariku satu amalan kebaikan walaupun kecil sedikit..

tentu lebih aku sukai dari dunia dan seisinya..

karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa" (QS. Al-Maidah: 27)

Tiada alasan bagi wanita haidh untuk melemah dalam beramal kebajikan..

@Sahabatilmu

Repost by :

➡ FB : https://www.facebook.com/Mutiara-Nasehat-Muslimah-471838939591690
📚 WA MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH
📱 0899912160 Admin

Jumat, 26 Juni 2015

Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan

Inilah amalan bagi wanita haid di bulan ramadhan. Simak selengkapnya…

Sahabat Ummi, bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dan senantiasa dinantikan kedatangannya. Saat menginjakkan kaki di bulan nan mulia ini, entah mengapa, kita semua pasti mempunyai semangat yang di atas rata-rata. Ya, mungkin salah satunya adalah karena pahala amalan yang menjadi berlipat ganda.

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk tetap meraup keutamaan bulan Ramadhan, di antaranya:

1. Tetap bangun di dini hari, layaknya orang sahur seperti biasa.

Jangan salah lho, membantu anggota keluarga dalam mempersiapkan makan sahur, adalah sebuah amal kebaikan. Di samping itu, kita juga bisa tetap panjatkan doa di waktu-waktu makbul, termasuk saat sahur (sebab masih masuk 1/3 malam). Meskipun tidak shaum, tidak ada salahnya bila kita turut makan sahur, anggap saja sarapan di awal waktu.

Rasulullah Saw. bersabda, “Makan sahurlah kalian. Sesungguhnya pada makan sahur tersebut terdapat keberkahan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Senantiasa menjawab adzan dan memanjatkan doa di waktu antara usai adzan dan sebelum iqomah.

“Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (H.R. Abu Dawaud, At-Tirmidzi)

3. Perbanyak sedekah

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (H.R. Tirmidzi)

4. Perbanyak dzikir dan wirid (termasuk bershalawat)

Ada dari kita yang meyakini bahwa membaca Al-Qur'an saat haid adalah diperbolehkan. Jadi, bagi yang mengambil keyakinan ini, tetaplah bertilawah. Bila yang meyakini pendapat lain (tidak memperbolehkan tilawah saat haid), maka kita lakukan saja murajaah, membaca terjemah, atau mendengarkan murotal. Tetap berdzikir al-matsurat, tetap memanjatkan doa, membaca tasbih-tahmid-takbir, bershalawat serta memperbanyak istighfar.

5. Membaca buku-buku bermanfaat, mendatangi taklim, majelis ilmu atau sekadar mendengarkan ceramah dari berbagai media.

6. Memberi makan orang yang berbuka puasa.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka orang lain akan mendapatkan pahala seperti apa yang didapatkan oleh orang yang diberi makanan tersebut, tidak berkurang dari pahalanya sedikit pun.” (H.R. Tirmidzi)

7. Tetap melatih kebersihan hati, dan menjaga akhlak baik.

Rasulullah Saw. bersabda, “Bertakwalah di manapun kalian berada dan berbuatlah kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan; perlakukanlah orang-orang dengan akhlak baik.” (H.R Ahmad)

8. Tetap saling menasihati dalam kebaikan, misalnya saling berbagi tausyiah. (Q.S Al-Ashr: 3)

Demikian beberapa hal yang bisa seorang wanita lakukan jika mendapatkan siklus haid di bulan Ramadhan. Ingat, jangan pernah bersedih, bersungut-sungut, menyesali diri, dan sebagainya. Sebab semua terjadi berdasarkan kehendak Allah. Toh, jika sedang tidak suci bukan berarti hilang kesempatan meraih keutamaan bulan Ramadhan. Allah itu Maha Adil, Maha Melihat, Maha Pengasih-Penyayang, sekaligus Maha Pemberi Perhitungan. Jangan pernah berburuk sangka padaNya, karena Allah berdasarkan prasangka hambaNya dan Allah lebih mengetahui segala yang terbaik bagi kita.

✊So, jika tamu bulanan menyapa, berlapang jiwa, jalani, dan nikmati saja!

Reposted by
®Rumah Dakwah Indonesia🇮🇩

Selasa, 16 Juni 2015

Maafkan Bila Hati Ini Tak Sempurna MencintaiMu

Meski ku rapuh dalam langkah,
kadang tak setia padaMu,
Maafkanlah bila hatiku belum sempurna mencintaiMu.
.
.
meski ku lemah dalam doa,
kadang memilih menduakanMu dalam derita,
maafkanlah bila cintaku belum utuh padaMu..
.
.
meski aku ternoda oleh dosa,
imanku juga belum sempurna,
pandanganku belum utuh terjaga,
lisanku belum baik tuturnya,
peringaiku masih lemah ternoda,
keluh kesahku selalu siaga,
penyakit hatiku kadang sering membuatMu terluka. 😞
.
.
Ya ALLAH, Maafkanlah bila hatiku belum sempurna mencintaiMu.. 😞
maafkanlah bila aku pernah menduakanMu..
ijinkan aku menyucikan kakiku agar pantas melangkah ke jalanMu..
ridhoi air mata ini menjadi air mata kesungguhan taubatku, bukan sekedar ucapan lisan untuk meraih jannahMu. 😞

Jumat, 05 Juni 2015

Nasehat Terbaik Kaum Hawa

ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــــﻢ
ﺃﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ. 
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪَ
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ َﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ
ٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁِﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ 

ASSALAMUALAIKUM W.B.T.

Nasihat Terbaik Tentang Kaum Hawa.
© Perempuan tak bertudung tak semestinya jahat tetapi Nabi sudah pesan tak bertudung akan TERSIKSA DI AKHIRAT
© Perempuan jika ada boyfriend yang tak solat, elok tinggalkan dia. Kahwinlah dengan lelaki soleh yang bimbing ke jannah, bukan ke jahannam.
© Isteri yang terbaik adalah isteri yang meminta maaf segala dosa dari suaminya setiap hari sebelum tidur.
© Haram bagi seseorang isteri menaruh perasaan terhadap ajnabi (lelaki lain) selain suaminya.
© Wanita solehah tidak akan memalukan diri sendiri dan jaga batasan wanita
© Wanita yang menutup aurat itu memang belum tentu dijamin syurga tapi sekurangnya dia berusaha untuk menjadi ahli syurga.
© Wanita yang menutup aurat dengan sempurna ibarat pelangi yang cantik, indah mata memandag tetapi tidak boleh disentuh.
© Isteri solehah sentiasa berhias cantik untuk suaminya.  Dialah bidadari suaminya di dunia dan permaisuri agung di Jannah.
© Perempuan yang bertudung tetapi berbuat maksiat jangan dikeji dia bertudung tetapi tegurlah perbuatan maksiatnya.
© Perempuan yang bersalaman dengan suaminya akan gugur 20 dosa sebanyak mana jari dia dan suaminya ada.
© Wanita adalah hiasan dunia, sebaik-baik hiasan adalah wanita Solehah
© Apabila isteri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad.
© Wanita yang cantik akan membuka mata lelaki. Wanita yang baik akan membuka hati lelaki.
© Perempuan yang garang sebelum kahwin adalah perempuan yang paling manja selepas kahwin.
© Wanita yang solehah lebih mahal nilainya dari lelaki yang soleh. Sebab apa? Sebab wanita yang solehah sukar ditemui.
© Perempuan yang menuntut cerai dari suaminya tanpa sebab yang munasabah, maka haramlah ia mencium bau syurga.
© Gunakanlah kecantikan hanya untuk suami.

Subhanallah...
Walhamdulillah...
Allahu Akbar...

Sebarkan Nasihat itu Jariah...
Ganjaran tidak putus sbg Ilmu Baik yg dimanfaatkan...

Waktu Sholat Dzuhur Wanita di Hari Jumat

Shalat Dzuhur di Hari Jum'at, Wanita Menunggu Sampai Shalat Jum'at Selesai?

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulallah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Berkembang keyakinan di masyarakat, wanita tidak boleh shalat Dzuhur di hari Jum’at sehingga kegiatan shalat Jum’at di Masjid selesai. Sehingga mereka mengakhirkan pelaksanaannya sehingga para bapak dan laki-laki pulang dari shalat Jum’at. Apakah ini dibenarkan?

Waktu shalat Dzuhur bagi wanita di hari Jum’at seperti waktu Dzuhur di hari-hari selainnya. Yaitu saat matahari sudah sedikit tergelincir ke barat atau bayangan benda sedikit condong ke timur. Dan habisnya, bayangan suatu benda sebanding dengan benda tersebut. dan saat itu sudah masuk Ashar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu 'Anhu, RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ

"Waktu Dzuhur dimulai apabila matahari sudah tergelincir sehingga bayangan seseorang sama dengan tingginya selama belum masuk waktu 'Ashar." (HR. Muslim)

Jika seorang wanita sudah yakin telah masuk waktu Dzuhur ia boleh shalat Dzuhur di rumahnya walau kaum muslimin belum selesai dari shalat Jum’at. Dan kebiasaan masyarakat kita, adzan shalat Jum’at dikumandangkan setelah masuk waktu Dzuhur, khususnya adzan kedua di masjid yang mengamalkan dua adzan Jum’at. Jika demikian, dibolehkan wanita shalat Dzuhur setelah mendengar adzan kedua tersebut. Wallahu A’lam.

Oleh: Badrul Tamam (VOA Islam)

Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

Kamis, 04 Juni 2015

JADILAH SEPERTI KOPI

JADILAH SEPERTI "KOPI" 👏👏👏☕☕☕

Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.

Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya. Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air sampai kemudian airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. 😃

Setelah menunggu beberapa saat, ia lalu mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
• WORTEL yang KERAS  menjadi LUNAK, 
• TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS 
• dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan, “Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. 😇

Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti Kopi. 😍

Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu, sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM. 😊

”Dalam setiap masalah selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan ALLAH SWT seolah tak kunjung datang? 😭

Ada 3 reaksi orang saat masalah datang :

• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri. 
• Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya.
• Ada juga yang justru semakin harum (seperti kopi), menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada sebabnya mengapa ALLAH SWT menunda pertolonganNYA, Apa tujuannya?
Agar kita belajar untuk percaya dan sabar!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa ALLAH SWT selesaikan... 😇

Selamat menikmati secangkir kopi (bagi yg suka). ☕

***

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Kiriman oleh Yantie V. Scipio (dengan perubahan)
Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

Selasa, 02 Juni 2015

DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA 😭😭😭

Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar yang tidak diragukan lagi, bahkan ia termasuk dosa-dosa besar yang paling besar, bahkan Allah menggandengkan pengharamannya dengan pengharaman syirik kepadaNya.

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapakanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan" ucapkanlah: “Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." [Al-Isra : 23-24]

JENIS – JENIS UQUUQUL WALIDAIN

Uquuqul walidain (durhaka kepada kedua orang tua) memiliki banyak bentuk dan beragam jenisnya, antara lain:

1. Membuat keduanya menangis baik dengan perbuatan ataupun ucapan.

2. Menghardik keduanya dengan menyemburkan kata keras dan kasar, berseru “ah” dan berkeluh kesah saat diperintah keduanya Allah Ta’ala berfirman.

فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

"Maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”[Al-Isra : 23]

3. Bermuka masam dan mengerutkan kening dihadapan mereka.

4. Memandang dengan pandangan marah dan merendahkan, memalingkan muka, memotong pembicaraan, mendustai serta membantah ketika mereka berbicara

5. Tidak membantu pekerjaan rumah orangtua, bahkan memerintah mereka seperti layaknya pembantu; seperti memerintah ibu menyapu rumah, mencuci baju atau pun menyiapkan makanan. Perilaku seperti ini tidak boleh dilakukan terutama jika sang ibu telah lemah dan sakit. Adapun jika sang ibu melakukannya dengan senang hati (bukan karena perintah anak) maka hal ini boleh saja, dengan rasa terimakasih kepadanya dan tetap mendoakannya.

6. Mengkritik makanan buatan ibu. Dalam hal ini ada dua larangan, pertama larangan mencela makanan karena Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikitpun, jika beliau suka beliau makan dan jika beliau tidak suka beliau tidak memakannya. Kedua, kritikan terhadap masakan ibu menunjukkan minimnya adab anak kepada ibu.

7. Tidak menganggap dan tidak menghargai pendapat mereka.

8. Tidak minta izin saat masuk menemui mereka.

9. Memancing masalah di depan mereka dan menjatuhkannya dalam lubang kesulitan.

10. Memercikkan caci maki, laknat, dan celaan terhadap orang tua di hadapan orang banyak, membeberkan aib dan mencemarkan nama baik mereka dengan cara melakukan perbuatan hina yang menghilangkan kemuliaan dan kewibawaan.

11. Membawa kemungkaran-kemungkaran ke rumah dan melakukannya dihadapan mereka.

12. Membebani mereka dengan segunung permintaan.

13. Mendahulukan ketaatan kepada istri daripada ketaatan kepada orangtua (untuk laki-laki), adapun wanita yang telah bersuami, maka ketaatan kepada suami wajib diutamakan daripada ketaatan kepada orangtua.

14. Meninggalkan mereka di saat mereka membutuhkan (misal dengan menitipkan di panti jompo).

15. Berlepas diri dari mereka, merasa malu jika menyebut dan menisbatkan diri kepada mereka

16. Menganiaya, memukul, mendiamkan dan menasehati mereka dengan cara yang tidak baik ketika mereka terlibat dalam kemaksiatan

17. Bakhil, kikir mengungkit-ungkit dan menghitung-hitung pemberian dan bantuan yang diberikan kepada mereka

18. Mencuri harta orangua.

19. Mengharapkan kematian orangtua atau pun membunuh mereka agar terbebas dari mereka.

Semoga kita dimudahkan untuk selalu berbakti pada orang tua kita baik yang masih ada maupun yang sudah tidak ada, dan terhindar dari dosa durhaka kepada kedua orang tua kita, Aamiin..

www.berdakwah.net

🌏 Repost By: Divisi Humas & Publikasi ODOL
➖➖➖
🌐 Fp: https://www.facebook.com/pages/ODOL-_One-Day-One-Line_-Menghafal-Al-Quran/594609530631411

Minggu, 31 Mei 2015

Jalan Cinta Para Istri

Assalamualaikum wr wb

📚Jalan  Cinta Para Istri 📚

👰Menikah.
📎 Semendadak dan sekilat apapun proses menuju pernikahan, menikah tentu tetap butuh persiapan dan kesiapan ilmu. Saat lajang dulu beragam teori pernikahan dan rumah tangga kerap mampir dalam pikiran. Kajian-kajian pra nikah dan madrasah thulabiyah terkait rumah tangga islami hampir tak terlewatkan. Namanya juga cari ilmu. Apalagi mendengar kisah sukses para keluarga baik yang baru nikah muda, selalu ikut bahagia sambil berharap segeraketiban sampur. Kisah keluarga yang sudah hidup puluhan tahun pun tak kalah menakjubkannya. Bertahan dan terus merawat cinta dalam rumah tangga, alangkah indahnya.

📎 Setelah melewati berbagai kajian, training, membaca buku-buku (motivasi) pernikahan sampai mendengar kisah para keluarga tersebut saya mengambil kesimpulan dengan yakin bahwa SAYA PASTI BISA MENJADI ISTRI SHALIHAH. Lha wong Cuma taat pada perintah suami, apa susahnya coba?

📎 Sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Asakir dan Abu Nu’aim menyatakan bawa, “Istri-istri kalian yang menjadi ahli surga, yaitu istri yang besar cintanya pada suami, melahirkan banyak anak, dan taat penuh pada suami, yang kalau dimarahi oleh suaminya, ia datang kepadanya dengan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya seraya berkata ‘Saya tak mau makan sebelum engkau ridha pada saya'”

📎 Nyatanya? Tidak semudah membalik telapak tangan! Taat pada suami untuk mengandung beragam konsekuensi turunan. Menjadi istri shalihah yang menyejukkan pandangan sekaligus menenangkan hati sungguh sukar kecuali bagi para istri yang mau berusaha menggapainya.

📕 Pertama : Menaati Perintah Suami

✏ Seorang istri seyogianya menyenangkan ketika dipandang dan tidak menolak ketika dimintai bantuan oleh suami. Dalam hal-hal esensial, para istri cenderung mentaati suami namun mentaati suami dalam perkara sederhana seringkali sukar dikerjakan. Biasanya kita akan mendapati bahwa para istri zaman sekarang adalah sosok-sosok yang ngeyel terhadap perkara remeh temeh. Punya pendapat sendiri dan maunya begitu. Misalkan punya hobi yang suami kurang suka tapi tetap dipertahankan, punya gamis yang suami kurang sreg tapi tetap dikenakan, atau malah ngambek ketika diingatkan sesuatu. Yang susah memang kadang begitu, bukan pada hal-hal esensial tapi hal-hal kecil yang bagaimanapun bisa mengurangi keharmonisan.

✏ Dalam sebuah kajian seorang akhwat bertanya tentang sikap suaminya yang ‘merepotkannya’ dengan selalu memintanya mengambilkan sesuatu yang ringan. Minta ambilin minum, ambilin hp, nyalain lampu sekalian, ambilin buku dll. Kata sang ustadz, yaah… layani saja. Justru hal-hal seperti itu yang akan menumbuhkan sakinah, ketenangan dalam rumah tangga. Jadi kalau pada suka diperlakukan ‘semena-mena’ jadi juru ambil ini itu, nikmati saja kemanjaan suami. Adakalanya mereka butuh lebih manja dari para istri.

📗 Berdiam diri di rumah dan tidaklah keluar atas ijin suami

✏ Perkembangan dan tuntutan zaman yang menempatkan perempuan pada kemungkinan untuk mengembangkan potensi dan karir di luar rumah tentu bukan hal baru bagi kita. Kuliah, bekerja ataupun aktivitas sosial lain yang membuat para istri keluar dari rumah tetap harus berlandaskan pada keridhaan suami, pun jika peran istri di luar sangat dibutuhkan. Suami memiliki otoritas akan hal ini. Namun suami yang bijak pun tak lantas mengekang istrinya dari aktivitas sosial apalagi dakwah. Meski sungguh, dengan taat dan berdiam di rumah saja, istri sudah pahala akan ketaatannya.

✏ Kalaupun keluar rumah, akan lebih baik jika urusan dalam rumah telah terpenuhi haknya. Minimal rumah tak berbentuk kapal karam saat ditinggalkan, atau masakan telah terhidang untuk hari itu. Jika memenuhi standar mengurus rumah tangga masih kacau saat kita keluar rumah. Mungkin kita perlu lebih mempertimbangkan banyak hal. Strategi pengaturan waktu dan tenaga sampai memikirkan ulang kepergian kita.

📘 Ketiga : Taat pada suami ketika di aja ke ranjang

✏ Nah, untuk tema ini, para istri pasti sudah hafal hadits yang menyatakan bahwa malaikat akan melaknat istri yang menolak ‘panggilan’ suami sampai subuh. Kecuali jika istri memiliki udzur seperti sakit dan kelelahan. Bahkan saat istri sibuk di dapur bukan berarti ia boleh menolak permintaan suami lho. Terus bagaimana baiknya? Ya, taat saja!

✏ Pasangan suami-istri bisa berkomunikasi lebih terkait ini agar masing-masing saling mengerti keluangan waktu satu sama lain hingga ibadah akan terasa lebih indah. Pahala taat karena memenuhi panggilan suami dapat, pahala sedekah karena ‘beribadah’ insya Allah juga dapat.

📙 Keempat : Tidak mengijinkan orang lain masuk rumah kecuali  diijiinkan suami

✏ Para suami adalah makhluk pencemburu, bagaimanapun mereka berusaha menyembunyikannya dari hadapan istrinya (sementara para istri terang-terangan cemburu secara berlebihan) maka sudah seharusnya jika kedatangan orang lain mendapat izin terlebih dulu dari suami, terutama tamu lain jenis. Ini juga terkait dengan cara para istri membalas sapaan, sms atau obrolan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

✏ Istri yang baik tentu tak membiarkan suaminya larut dengan kekhawatiran dan cemburu hingga memilih taat dan tidak membuka peluang munculnya hal-hal yang berlebihan dalam interaksinya.

📔Kelima : Tidak berpuasa sunah kecuali atas ijin suami

✏ Ini terkait dengan hak suami atas istrinya. Suami memiliki hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap hari. Maka menunaikan hak suami lebih utama daripada menjalankan kebaikan yang sifatnya sunah.

📝 Well, sampai sekarang saya masih suka baca buku-buku tentang pernikahan. Ini itu yang sudah tahu pun ketika dibaca lagi menimbulkan semangat untuk mengaplikasikannya lagi. Usai membaca tentang kewajiban istri, jadi lebih semangat berbenah ketika di rumah. Merawat agar tetap segar dan menarik saat di rumah, disukai suami, dapat pahala pula.

📝 Tidak ada salahnya juga baca bareng suami, lebih romantis malah. Saya suka membacakan beberapa hal yang menurut saya penting pada suami, baru deh dia mau ikutan baca kalau tahu ada yang penting. Atau menghadiri kajian tantang rumah tangga bersama-sama. Meski kadang, kami suka saling tuding saat mendengarkan kajian bersama. Saat suami yang sedang dibicarakan, saya dengan semangat bilang “Tuuuh…”, suami juga gitu. Atau saat peran suami sedang dipuji-puji, suami yang jumawa sambil bilang “Tuuuh…kaan…”

📝 Bagaimanapun, itu semua mengasyikkan. Lebih afdhal lagi kalau ilmu yang sudah kita pelajari kita aplikasikan dengan menurunkan derajat kengeyelan dan saling mengalah untuk kebaikan bersama. Insya Allah akan lebih indah.

📝 Ketaatan seorang istri pada suami termasuk sebab yang menyebabkannya masuk surga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih

💻 Sumber : www.dakwahtuna.com

Jumat, 29 Mei 2015

Menjaminkan Diri Kepada Allah SWT

☀ " MENJAMINKAN DIRI   Kepada ALLAH " ☀
--------------------
Muwwajih : Ummi Rochma Yulika.

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang tak terukur
Alhamdulillah....
Karunia tak terkira hadir dalam hidup kita...
Yakni iman, islam dan ukhuwah krn Allah....

Mengapa kalimat itu yang dipakai sebagai judul?

Karena ini adalah kalimat yg dahsyat kalimat yg luar biasa bahkan kalimat yg mengandung ENERGI yg sulit dibendung...

Lantaran ketika kita mau menjaminkan diri kita kepada Allah niscaya Allah pun akan menjamin kehidupan kita....

~ Innallahasytara minal mu'minina anfusahum wa anwalahum binnalahumul jannah ~

Dan satu ayat lagi yg menginspirasi

Kehidupan yang kita jalani ini tak lain milik Allah.

Kita sebagai hamba wajiblah menaati segala perintah Nya. Kadang memang terasa berat namun, bila kita melakukan karena cinta kepada pasti kemudahan kan kita dapatkan.

Rencana Allah memang tak selalu indah menurut pandangan kita.

Juga bukan yang terbagus. Tapi Rencana Allah itu selalu yang TERBAIK.

Sayangnya kita sebagai manusia tak mampu melihat misteri yang ada di depan.

Namun keyakinan dan BERPRASANGKA BAIK pada setiap ketetapan Allah itu yang kita WAJIB lakukan.

Menjaminkan diri kepada Allah tak lain seperti halnya MEWAKAFKAN diri kita untuk mengabdi pada Nya,

MEMPERJUANGKAN DIEN Nya, serta rela berkorban demi tergaknya KALIMATULLAH di muka bumi ini.

Dalam Qs An Nahl: 97 dikatakan: ➡"Barang siapa mengerjakan KEBAJIKAN, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya KEHIDUPAN yang baik dan akan kami berikan kepadanya belasan PAHALA yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan."

TDK MAIN2 Allah akan MENUKAR dr apa yg kita lakukan utk DIIN Nya...

Perlu diingat....

PENGABDIAN tak cukup dengan dengan SEMANGAT KALA BERUCAP.... Tp DIBUKTIKAN dg TINDAKAN NYATA...

~Infiru khifafa wa tsiqala....~

Kita wajib menjalani seruan Allah dalam keadaan mudah maupun susah....

Jangan sedikit Lelah berkeluh kesah
Sedikit merasa sakit sudah menjerit-jerit
Sedikit terluka krn beda pendapat merasa paling merana

Dan akhirnya seruan tak lg diindahkan krn diri tersibukkan oleh usikan2 dalam jiwanya....

MENGABDIKAN DIRI di jalan Allah adalah saatnya kita MENGGENAPKAN KEIMANAN kita utk BENAR2 TOTALITAS untuk MENGABDI  kepada NYA

⭐ ADA BEBERAPA JAMINAN yang akan kita dapatkan kala kita telah menjaminkan diri kepada Allah. ⤵

🔹 1. KETENANGAN JIWA kan didapat kala kita banyak DZIKIR.

⏩ Dzikir adalah sumber kehidupan bagi hati, jalan terbukanya hati, bahkan dzikir merupakan jalan terbukanya kemudahan.

Jk aku hrs meninggalkan dunia ini... Saat ini.... Ijinkan aku mati dalam kebaikan....

Namun jika Engkau beri usia yg lebih dan kesempatan...
aku akan MEWAKAFKAN diri ini di jalan Mu...

Allah MEMBAYAR KONTAN dg jaminan yg diberikan kpd kami

Spt itu ketika kita mau menjaminkan diri kpd Allah maka Allah akan menjamin kita.

🔹 2. PERLINDUNGAN dan RASA AMAN

BERSERAH DIRI kepada Allah akan melahirkan rasa aman dan terlindungi.

Manusia pada dasarnya itu FAQIR.

Tak punya apa-apa. Hanya Allah yang ia punya.

Namun mereka tak menyadari akan hal itu.

Kala harta meninggalkan kita, anak, suami atau kerabat juga teman misalkan meninggalkan kita,

TAK SEDIKIT PUN ALLAH kan MENINGGALKAN kita.

Hidup manusia berbatas. Semua rasa, peristiwa kan datang silih berganti.

Dan tugas kita hanya menyikapinya dengan SABAR dan SYUKUR dalam setiap keadaan.

Bagi siapa saja yg mau menjaminkan dirinya kpd Allah dia mengenali setiap maksud yg Allah takdirkan utk nya....

Sehingga yg ada hanyalah sabar dan syukur....
Krn itulah IMAN.

🔹 3. Mendapatkan KEMUDAHAN bila kita menjadi manusia yang BERTAQWA.

⏩ Taqwa adalah jalan menuju hidayah, petunjuk dan istiqamah dalam menjalankan agama Allah, seperti yang diperintahkan oleh Nya.

Ketaqwaan pada Allah Azza wa Jalla adalah MODAL KEKAYAAN INSPIRASI, sumber cahaya, dan karunia yang melimpah..

Hikmah yang akan hadir ketika Taqwa tersimpan dalam diri kita:

💦1. Karunia berupa cahaya yang akan menerangi perjalanan manusia.

💦2. Jalan keluar yang menentramkan batin walau besar dan rumit problema yang dihadapi.

💦3. Menjadi manusia yang selalu hati-hati dan senantiasa waspada dalam menapaki perjalanan hidup ini.

💦 4. Menumbuhkan Furqan, yakni mampu membedakan antara yang Haq dan Bathil.

🔹 4. Mendapat KEMENANGAN dengan KESUNGGUHAN dan JIHAD menegakkan agama Allah.

Allah telah menentukan, bahwa kemenangan dan pertolongan Nya SANGAT DEKAT bila kita sebagai hamba mampu menjalani sebab-sebabnya.

Dan Allah sebagai Rabbul asbab, telah menjelaskan sebab-sebab sampainya kemenangan dan pertolongan ada dalam kitab Nya.

Sebelum kita dinyatakan menang di hadapan manusia kita sdh dinyatakan menang di hadapan manusia.

Bagi yg mau menyerahkan dirinya kepada PEMILIK NYA, pemilik hidupnya

Hal yang paling penting adalah dari sampainya pada sebab itu, yakni adanya KESUNGGUHAN untuk BERJUANG MENEGAKKAN KEBENARAN dan mampu menjalani segala kaidah yang ditetapkan.

JIKA sudah berada DIJALAN ALLAH maka MELESATLAH....

Jika tak mampu BERLARILAH Kecil itu sdh cukup

Dan bila itu tak mampu MERANGKAK pun tetaplah bertahan dan bergerak maju tanpa sedikitpun keinginan utk meninggalkan jalan ini.

Di JALAN DAKWAH ini.
Serunyam apa pun kesulitan terhadirkan.

🔹 5. Selalu ingatlah NASIHAT Imam Syafii

Spt itulah bila kita mau mengabdi, berbakti, dan MENJAMINKAN HIDUP KITA DI JALAN ALLAH.

Dan terakhir...
Tentunya kemuliaan yg tak berkesudahan hingga di hidup dalam keabadian.....

Jangan pernah tinggalkan jalan ini sepelik apa pun masalah yg singgah.

Allahu Akbar 🌏

8 MACAM AZAB KAUM WANITA DI NERAKA SERTA SEBABNYA

💝8 MACAM AZAB KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBABNYA"💝

🔮Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita, (HAWA).

🎉Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.

🎄Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

⏰Rasulullah saw menjawab, seperti ini:

🎊1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya mendidih.

🎃2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

🎁3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

📷📱4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.

⏳5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

🔆6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

🎺7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

🎻8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll),

sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,

🎄Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

🎏Rasulullah menjawab,
"Wahai putriku,
Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

🚴Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan

🎏perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

🏇Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

🏇Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

🚴Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

🎏Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.

🎏Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"🎏Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

🏂Wahai Sahabatku Kaum muslimah..
Yuk Kita Semua Mulai Memperbaiki Diri..
sebelum Semua Terlambat..
Tutuplah Aurat Dengan Sempurna
jagalah lisan Dan Akhlak kita..
Sebelum Datangnya maut Merenggut nyawa kita,
yang Bisa Menyelamatkan kita Kelak Dari Azab neraka Adalah Amalan Sholeh yg kita Kerjakan Semasa Hidup Didunia ini...

🏇Ya Allah,,,,,akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik),
dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”..Aamiin yaa Allah yaa Rabbal'Aalamiin...

🚴Rasulalla SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari) selamat malam🚵🚴🚴🚴

SAHABAT HINGGA AKHIRAT

Tujuh macam persahabatan, namun hanya Satu yang sampai hingga Akhirat.

1. "Ta'aruffan", adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. "Ta'ariihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kos bersama, diklat bersama, sekolah bersama dan sebagainya.

3. "Ahammiyyatan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan", adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. "Amalan", adalah  persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama2 dokter, guru, dan sebagainya.

6. "Aduwwan", adalah seolah sahabat tetapi musuh, didepan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya.
"Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang." (QS 3:120).

7. "Hubban iimaanan", adalah sbuah ikatan prsahabatan yg lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karna ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat.
Yg tersisa hanya ikatan prsahabatan yg ke 7, yaitu persahabatan yg dilakukan karna Allah.

"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan." (QS 43:67).

Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Saling memberi peringatan (Tahdzir) disaat sahabat tergelincir dalam kesalahan dan Dosa.

Semoga bermanfaat dan kita bisa menjadi sahabat yang baik "Hubban iimaanan". In Sya Allah. Aamiin Ya Robbal 'alamiin

Dalam Penantian Ku Berdzikir

🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷

DALAM PENANTIAN KU BERDZIKIR...

🍃Di keheningan malam...
Ku termenung,
Berdzikir menyebut nama-Mu Ya Allah...

🍂Ya Rabb...
Buliran air mata ini tak terbendung lagi,
Mengalir tanpa bisa tertahan,
Teringat begitu banyaknya nikmat dan rahmat,
Yang Engkau berikan dalam hidupku.

🍃Ya Rabb...
Kuatkanlah hati ini,
Hati yang begitu rapuh,
Engkaulah yang selalu menenangkanku,
Di saat rasa sendu itu datang,
Engkaulah yang selalu setia menemaniku,
Di saat teman hidupku nun jauh disana,
Di saat orangtua dan handai taulan di seberang sana....

🍂Ya Rabb...
Sedih hati ini,
Merasa belum berbuat apapun untuk kebahagian mereka...

🍃Ya Rabb...
Ku percayakan orang-orang yang kucintai di penjagaan-Mu...
Dan berilah aku waktu untuk membahagiakan mereka.

🍂Ya Rabb...
Jadikanlah semua ini penguat imanku pada-Mu,
Ku ingin bersama mereka di syurga-Mu.

💝#Kupersembahkan untuk yang lagi LDR.

🎦🎦🎦🎦🎦🎦🎦🎦🎦🎦
----------------------------------
BP2A-RDI/72/1/VIII/1436
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Follow us :
👥FB : Rumah Dakwah Indonesia - RDI
🌐Twit : @RDI_rumahdakwah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷🍀🌷

💧Hendaklah engkau wahai saudariku mendekap suamimu dikala marahnya walaupun suamimu itu yang bersalah.

Begitulah seorang istri yang bijaksana, mengetahui bagaimana cara bermuamalah dengan suaminya dikala marah. Maka dia berkata dengan kata-kata yang baik & lembut, tidak membuat tambah marah  suaminya atau membalas marahnya atau dendam kepadanya.

Istri yang Shalihah  mendekap dengan penuh kasih sayang dikala suaminya marah bahkan  lebih dekat kepada suaminya dan tambah sayang dengan sikapnya yang lembut sehingga bisa menenangkan suaminya..

Wahai saudariku...

Karena seorang wanita yang bijak itu memahami bahwasanya beban-beban dan problem suami itu banyak sekali yang memenuhi kepalanya yang jikalau dialihkan kepadamu wahai saudariku engkau tidak akan mampu.

Oleh karena itu wajar jikakau suamimu iba-tiba emosi dengan sebab yang sepele walaupun memang suamilah yang salah, tapi seorang istri yang shalihah tahu bagaimana cara menenangkannya.

Itulah seni yang ketiga, menenangkan suaminya di kala marah walaupun suamimu itu yang bersalah.

💧Janganlah sekali-sekali engkau wahai saudariku menyakitinya, engkaulah yang akan rugi.

Kenapa demikian?

Karena balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan, maka tatkala engkau saudariku berbuat baik kepada suamimu pasti suamimu akan tambah berbuat baik kepadamu dan akan lebih cinta & sayang bahkan selalu ingin dekat denganmu.

Saudariku

Seorang suami akan merasa dirinya diakui kejantanannya tatkala engkau saudariku selalu menyebut sifat-sifat baiknya, Berbeda jikalau seandainya engkau selalu menyakiti suamimu, dan selalu mengkufuri suamimu

Nabi Shallallāhu 'Alayhi wa Sallam bersabda:

«إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَ الْمُنْعِمِينَ» ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا كُفْرُ الْمُنْعِمِينَ؟ قال...ُالمرأة التي تقول عند الغضب لزوجها مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ " أو ما في معناه

"Hati-hati engkau wahai saudariku, kufurnya al-muna'imīn. Wahai Rasūlullāh, apa yang dimaksud dengan kufur al-muna'imīn ? Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab: Adalah seorang wanita tatkala marah/emosi kepada suaminya berkata "Aku tidak melihat darimu sedikitpun kebaikan".

Ini adalah sangat menyakitkan dan ini merupakan kebiasaan sebagian besar wanita tatkala marah kepada suami mereka berkata dengan begitu lancangnya "Engkau sama sekali tidak pernah berbuat baik sedikitpun"

Maka kata-kata  seperti inilah yang dimaksud dengan kufur al-muna'imīn (kufur nikmat).

Wahai saudariku
Yang seharusnya engkau lakukan semangatlah untuk membuat hati suamimu tertarik dengan kelembutanmu,, Janganlah engkau membuat marah suamimu, bahkan tatkala suami sedang marah dan berkobar emosinya selayaknya engkau wahai saudariku meringankan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh suamimu..

Jadilah engkau pasangan yang terbaik dalam kehidupan suami.

Demikian, semoga bermanfaat.
📝titipan

Jumat, 18 Mei 2012

Pilihan Sendiri atau Murabbi?

Ada banyak cerita yang aku dapatkan tentang proses ta’aruf selama ini. Dari sekian banyak cerita, ternyata ada yang sungguh dramatis dan tragis. Seperti apakah ceritanya?

Seperti judul di atas, cerita ta’aruf yang akan diangkat di sini tentang pilihan sendiri atau pilihan murabbi. Ada yang pernah bilang: “Salah ga sih kalo ada ikhwan yang sudah punya pilihan sendiri kemudian mengajukan sebuah nama kepada murabbinya?”

Tentu hal ini tak salah dan tak melanggar syar’i. Ketika memang sudah ada kecenderungan dengan seorang akhwat dan memang sudah siap nikah, maka keberanian mengajukan sebuah nama kepada seorang murabbi bukanlah hal yang tak syar’i. Banyak yang bilang bahwa ketika sudah menunjuk sebuah nama, apalagi misalnya satu organisasi, sering berinteraksi selama ini, khawatir bahwa sudah terkotori dengan hal-hal yang tak suci. Itu semua hanya kekhawatiran yang seharusnya diikhtiarkan dengan menjaga prosesnya.

Apakah proses ta’aruf itu hanya dengan orang yang belum dikenal sama sekali? Ingatkah kita kisah Fatimah dan Ali? Mereka berdua adalah sepupu, sudah saling kenal. Ali mencintai Fatimah karena akhlaq Fatimah yang begitu mulia ketika ia lihat dalam kesehariannya. Begitu pun Fatimah yang ternyata telah mencintai Ali sebelum menikah dengan Ali. Ingatkah pula kita kisah Salman Al Farisi yang berkehendak meminang seorang wanita dengan bantuan Abu Darda? Bukankah Salman memang telah ada kecenderungan terlebih dahulu pada wanita itu hingga akhirnya meminta Abu Darda meminangkan wanita itu untuk Salman? Namun memang pada akhirnya, Salman tak berjodoh dengan wanita itu karena wanita itu menginginkan Abu Darda sebagai suaminya.

Jadi, memang tak salah jika seorang ikhwan sudah memiliki kecenderungan terlebih dulu terhadap seorang akhwat dan berani mengajukan nama kepada murabbinya. Nah kadang yang jadi masalah itu adalah bagaimana mengkomunikasikan hal ini kepada murabbi.

Yuk, simak dua kisah berikut ini.

Ada seorang ikhwan yang sudah memiliki kecenderungan dengan seorang akhwat satu organisasi. Ia pun siap menikah. Namun, dalam prosesnya, ia tak meminta sang murabbi sebagai fasilitatornya, melainkan meminta sang kawan yang menjadi fasilitatornya. Hal ini ia lakukan karena sang murabbi sudah punya proyeksi akhwat untuk ikhwan ini, yang tak lain tak bukan adalah adik sang murabbi sendiri, ada rasa tak enak mungkin. Sebenarnya tak masalah jika murabbi bukan sebagai fasilitator proses ta’aruf, asal dikomunikasikan dari awal. Entah mungkin merasa tak enak dengan sang murabbi, akhirnya ikhwan itu berproses dengan akhwat tersebut lewat jalur ‘swasta’, yang ternyata akhwat ini pun punya kecenderungan yang sama, yang lagi-lagi juga sama, tak mengkomunikasikan dengan murabbinya. Hingga akhirnya menjelang menikah, barulah mereka berdua bilang ke murabbinya.

Lantas bagaimana tanggapan sang murabbi? Murabbi sang ikhwan bilang: “Antum cari aja murabbi lain…”.Jleb. Dalem euy, hingga akhirnya sang ikhwan ‘kabur’ dari lingkaran. Begitu pun dengan sang akhwat, ternyata keluar juga dari lingkarannya. Dan mereka menikah. Namun amat disayangkan karena ternyata pernikahan mereka tak sesuai yang diharapkan. Ikhwan yang di mata sang akhwat begitu dewasa ketika dalam organisasi, ternyata begitu kekanakan dalam rumah tangga. Dan sang akhwat ingin segera bercerai walaupun sudah dikaruniai seorang anak. Huuffh… apakah ini sebuah pernikahan yang tak diridhoi murabbi?

Kisah kedua lain lagi ceritanya. Jika cerita pertama terkesan tak menghargai murabbinya, maka cerita kedua kebalikannya. Ada seorang ikhwan yang sudah siap menikah dan sudah punya kecenderungan dengan akhwat yang sudah dikenalnya. Namun kemudian sang murabbi menawarkan akhwat lain untuk berproses dengannya. Karena sang ikhwan begitu tsiqah dengan murabbinya terkait masalah jodohnya ini, maka ia pun menerima tawaran sang murabbi untuk berta’aruf dengan akhwat pilihan murabbi yang belum ia kenal sebelumnya.

Proses pun lancar hingga akhirnya diputuskan tanggal pernikahan. Namun apa yang dilakukan sang ikhwan sepekan menjelang pernikahannya? Ia mengirim email kepada akhwat yang dicenderunginya itu, mengatakan bahwa ia siap membatalkan pernikahannya jika sang akhwat meminta untuk membatalkannya. Lantas apa reaksi sang akhwat? Akhwat itu hanya bilang: “jangan bodoh Antum, seminggu lagi Antum udah mau nikah, undangan udah disebar, apa ga malu nanti keluarga besar Antum?”

Dan akhirnya ikhwan itu tetap menikah dengan akhwat pilihan murabbinya. Qadarullah, setelah beberapa minggu menikah, sang istri rupanya melihat email yang dikirim sang ikhwan ke seorang akhwat yang dicenderungi sang ikhwan. Kaget luar biasa tentunya dan akhirnya sang istri menemui akhwat tersebut dan bilang: “kenapa mba ga bilang kalo ikhwan itu udah ada kecenderungan dengan mba dan begitu pun dengan mba udah ada kecenderungan dengan dia. Kalo saya tahu, saya akan membatalkan pernikahan saya, mba…”. Dan entahlah bagaimana kisah selanjutnya.

Ya. Itu dua kisah yang amat dramatis dan tragis tentang sebuah proses ta’aruf menuju jenjang pernikahan. Yang satu punya pilihan sendiri dan mengikuti pilihannya sendiri tanpa mengkomunikasikannya dengan sang murabbi sedangkan yang satunya lagi memilih pilihan murabbi walaupun sudah punya pilihan sendiri, dan lagi-lagi tak mengkomunikasikan tentang pilihan sendirinya ini kepada sang murabbi.

Jika dilihat dua kasus di atas, apa sebenarnya yang menjadi kunci dari masalah ini? K-O-M-U-N-I-K-A-S-I. Ya, komunikasi antara sang ikhwan dan murabbi yang bermasalah. Padahal jika saja hal-hal dalam penjemputan jodoh dikomunikasikan dengan baik kepada sang murabbi, maka tak akan terjadi kisah tragis dan dramatis seperti di atas. Namun karena kisah ini sudah terjadi, maka semoga menjadi pelajaran bagi kita yang mungkin sedang berikhtiar kearah sana.

Hilangkan rasa sungkan untuk mengkomunikasikan kepada murabbi jika memang sudah punya pilihan sendiri. Begitu pun dengan seorang Murabbi, alangkah lebih baik menanyakan terlebih dulu kepada binaannya apakah sang binaan sudah mempunyai pilihan atau belum, karena mungkin ada yang sungkan untuk mengatakannya pada Murabbi. Bagaimanapun seorang murabbi adalah orangtua kita, yang tau banyak tentang kita, sudah selayaknya kita pun menghargainya, setidaknya berdiskusi dengan murabbi untuk setiap pilihan kita, tentunya berdiskusi pula dengan orangtua kandung kita. Intinya, sama-sama dikomunikasikan kepada orangtua maupun murabbi. Entah jika memang sudah punya pilihan sendiri atau pilihan murabbi. Semoga kedua kisah di atas tak menimpa kita. Aamiin.

Tulisan ini dibuat hanya untuk mengingatkan kita tentang proses ta’aruf yang menjadi gerbang awal sebuah pernikahan, sudah selayaknya proses ta’aruf itu terjaga dari segala bentuk ketidaksucian niat, ikhtiar dan tawakal. Hati-hati juga jika kemudian timbul bisikan-bisikan setan akibat berlama-lama dalam menyegerakan jika memang sudah siap menikah dan sudah punya pilihan sendiri ataupun murabbi.

Sumber: dakwatuna.com