Tampilkan postingan dengan label Muhammad SAW Teladanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad SAW Teladanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

LETAK MEKKAH

#OneDayOneSirah

Assalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh.. Bagaimana Kabar Saudaraku, Ayah Bunda hari ini? Semoga selalu dalam Rahmat, Berkah dan Ridho Allah SWT.. Aamiin..

BismillahirRahmannirRahiim

Hari ini adalah edisi perdana #OneDayOneSirah.. Kita akan bercerita tentang Letak Mekah..

"LETAK MEKAH"

Apakah anak2 kita tahu nama Kota Suci kaum Muslimin? Ya Kota Suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah.

Di Kota inilah terletak Kabah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota inilah Nabi kita tercinta dilahirkan.

Kira2 kl kita bertanya pd anak2 dimana letak Kota Mekah Jawabannya apa yaa?
Diatas bukit yg subur? Atau dipinggir sungai besar yg dipenuhi banyak ikan?

Sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yg tidak begitu luas ditengah lautan pasir, bukit-bukit mengurung lembah ini rapat2. Begitu rapat sehingga hanya ada 3 jalan keluar-masuk ke Mekah, jalan pertama menju Yaman, kedua ke Laut Merah dan yg ketiga ke Palestina.

Ribuan taun lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahn rombongan kafilah, baik yg datang dari Yaman menuju Palestina atau sebaliknya.

Ternyata Nabi Ismail lah yg pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.

Kota Mekah terletak di Jazirah arab. Seperti apa ya Jazirah Arab itu? Kita simpan dulu ttg Jazirah Arab untuk besok yaa..

...To be continued...

Ensiklopedi Mini:
Sekarang Aku Tahu

*UNTA
Unta adalah kendaraan yang sangat diandalkan penduduk gurun pasir. Ia dapat mengarungi gurun selama 17 hari tanpa minum. Walaupun pelan, jika dipacu, unta dapat menempuh jarak sampai 30 kilo meter dalam sehari. Unta mau melahap ranting dan rumput pahit yang dijauhi kambing. Unta juga mau minum air berlumpur dan mngubahnya jd susu bermutu tinggi yg dpt digunakan sbg obat tetes mata, dagingnya dimakan, bulu dibuat tali, kulit dapat menjadi aneka alat, mulai dari sandal, atap, dan perisai perang, air seninya jadi sampo pencuci rambut, kukunya dibakar dan diulek jadi tepung untuk obat luka atau adonan kue, kotorannya dipakai sbg bhn bakar.
Unta adalah karunia Allah untuk penduduk gurun pasir.

#OneDayOneSirah
#MuhammadSawTeladanku
#SygmaDayaInsani
#SpiritNabawiyahCommunity
#GerakanSejutaKeluargaPecintaRasulullahSaw
#RumahSyaamil

*Episode1 Perdana

Senin, 25 Mei 2015

MUTHALIB

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Ayah bunda, dan saudaraku tercinta Pecinta Rasulullah Saw.. ODOS kali ini kita akan berkenalan dengan Muthalib..

Siapa yaa Muthalib itu?
Kita simak yuuk ceritanya.. 

       "MUTHALIB"

Saudaraku tercinta, suatu hari, Hasyim pergi berdagang menuju Syam. Ketika melewati Yatsrib (yang kemudian disebut Madinah), Hasyim melihat seorang wanita baik-baik dan terpandang.
  "Siapakah wanita itu?" tanya Hasyim kepada orang-orang Yatsrib.
   "Ia adalah Salma binti Amr."
   "Apakah ia telah bersuami?"
   "Suaminya telah tiada. Kini ia seorang janda."

Mendengar itu, Hasyim melamar Salma dan Salma pun menerimanya. Mereka lalu menikah. Hasyim tinggal di Yatsrib beberapa lama. Ketika Salma mengandung, Hasyim melanjutkan perniagaannya. Namun itulah kali terakhir Salma melihat suaminya karena Hasyim tidak pernah kembali lagi. Hasyim meninggal dunia di Palestina.

Salma melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Syaibah.

Sementara itu, sepeninggal Hasyim, kedudukannya sebagai pemuka masyarakat Mekah dipegang oleh adik Hasyim yang bernama Al Muthalib.

Al Muthalib juga seorang laki-laki terpandang yang dicintai penduduk Mekah. Orang-orang Quraisy menjulukinya dengan sebutan Al Fayyadh yang berarti Sang Dermawan. Suatu hari, dia mendengar bahwa Syaibah, keponakannya yang tinggal di Yatsrib, sedang tumbuh remaja.

"Aku harus menemuinya," pikir Al Muthalib, "dia adalah anak kakakku. Dulu, ayahnya adalah pemuka Mekah, maka ia harus pulang untuk melanjutkan kekuasaan ayahnya menggantikan aku".

Ketika Al Muthalib bertemu Syaibah di Yatsrib, ia tersentak, "Anak ini benar-benar mirip Hasyim."
"Mari Nak, ikut paman ke Mekah," ajak Al Muthalib sambil memeluk Syaibah.
"Tetapi, jika Ibu tidak mengizinkan pergi, aku akan tetap tinggal di sini, " jawab Syaibah.

Ayah bunda.., apakah Salma akan membiarkan buah hatinya yang baru tumbuh remaja itu pergi ke Mekah yang begitu jauh?

Temukan Jawabannya besok yaa..

....To be continued....

📚 Ensiklopedi Mini
✏ Sekarang Aku Tahu

Syaibah

Nama syaibah diberikan karena ada rambut putih ( uban ) di kepalanya sejak kecil. Selain Syaibah, Hasyim telah memiliki empat putra dan lima putri yang tinggal di Mekah.

#OneDayOneSirah
#MuhammadSawTeladanku
#SygmaDayaInsani
#SpiritNabawiyahCommunity
#GerakanSejutaKeluargaPecintaRasulullahSaw
#RumahSyaamil

*Episode 15

Masa Jahiliyah/Kebodohan

Assalamu'alaikum.. Ayah dan Bunda, teman-teman semua..

Hari Senin telah tiba..  Kita lanjutkan lagi ya ceritanya , masih tentang kebodohan & hal-hal yg merusak.. 

"GEMAR MABUK DAN BERJUDI"

Bangsa Arab pada masa itu sangat gemar meminum arak. Hampir semua orang adalah peminum, kecuali beberapa saja yang tidak.

"Bawa ke mari minumannya ! Kita minum sambil berjudi" kata seseorang kepada teman-temannya.

Para pelayan datang membawakan baki dan botol-botol minuman. Orang-orang datang berkumpul sambil tertawa.

"Hei, panggil para penari!" perintah tuan rumah.

Para penari datang disambut tepukan dan sorak-sorai. Ketika minuman mulai membuat mereka mabuk, seseorang kembali berseru, "Bawakan alat-alat judi kemari!"

Orang pun membawakan alat-alat judi berupa bilah-bilah kayu dan sebuah kantung kulit. Beberapa ekor unta dipotong, yang kalah berjudi harus membayar unta-unta tersebut.
Ayah dan Bunda, selain berjudi, dengan memotong unta, mereka juga berjudi dengan bermacam-macam cara.

Demikianlah, minum sambil berjudi adalah kebiasaan yang amat digemari oleh Bangsa Arab saat itu. Bahkan, setelah Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam, masih banyak para pemeluk baru agama ini yang masih suka meminum arak sampai turunlah perintah Allah SWT yang berangsur-angsur mengharamkan orang meminum minuman keras.

Selain berjudi dan minum arak, apalagi yaa yang dilakukan orang pada masa jahiliah?

Temukan jawabannya besok..

--- to be continued ---

📚Ensiklopedi Mini
✏Sekarang Aku Tahu

BARM

Judi memotong unta adalah judi yang paling digemari orang Arab Jahiliah. Bilah-bilah kayu dikocok dalam kantung dan dibagikan. Orang yang mendapat undi kosong dinyatakan kalah dan harus membayar unta yang dipotong. Daging unta kemudian dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang tidak suka berjudi semacam ini dipandang sebagai seorang yang kikir, yang biasa disebut barm.

#OneDayOneSirah
#MuhammadSawTeladanku
#SygmaDayaInsani
#SpiritNabawiyahCommunity
#GerakanSejutaKeluargaPecintaRasulullahSaw
#RumahSyaamil

*Episode 13

Selasa, 27 Desember 2011

Bukti Cinta Kepada Nabi Muhammad

Orang-orang yang benar-benar cinta, tentu akan mencari waktu dan kesempatan untuk dapat mengorbankan seluruh harta bahkan jiwa raganya, demi sang tambatan hati. Dan begitulah yang dilakukan oleh para shohabat yang menjalin cinta sejati dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kisah pengorbanan mereka telah terukir dalam tinta emas sejarah sepanjang masa dan zaman. Mereka begitu semangat mengorbankan segenap apa yang mereka punya, karena mereka sadar bahwa mencintai beliau adalah bukti cinta mereka kepada Allah , sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah: “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS. Ali Imran: 31)

Lihatlah! Begitu menakjubkan kisah Thalhah bin Ubaidillah . Kisah teladan bagi umat Islam dalam ladang perjuangan dan pengorbanan. Marilah kita telaah riwayat yang disampaikan oleh Jabir bin Abdullah , ia berkata, “Di waktu perang Uhud, ketika umat Islam sudah lari meninggalkan medan pertempuran. Maka pasukan yang bertahan tinggal dua belas orang ditambah dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam termasuk di dalamnya Thalhah bin Ubaidillah. Pasukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ini pun kemudian diketahui juga oleh kaum Quraisy dan mereka pun diserang. Menghadapi masalah ini, maka beliau menoleh kepada mereka (kedua belas Shohabat beliau) seraya berkata, ‘Siapa yang akan menghadapi musuh?’ Tholhah menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah!’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya lagi, ‘Siapa lagi selain Tholhah?’ Salah seorang Anshar berkata, ‘Saya, wahai Rasulullah!’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Ya kamu!’ Lalu orang itu maju ke medan laga dan ia pun gugur sebagai syahid. Kemudian beliau menoleh lagi, tiba-tiba kaum musyrik ini hendak melancarkan serangan. Maka Rasulullah bertanya, ‘Siapa yang akan menghadapi musuh?’ Tholhah menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah!’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, ‘Siapa lagi selain Tholhah?’ Seorang Anshar menyahut, ‘Saya, ya Rasulullah!’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, ‘Ya kamu!’ Maka orang Anshar itu pun berjuang ke medan pertempuran sehingga ia pun gugur sebagai syahid. Dan begitulah seterusnya, sampai akhirnya yang tersisa dari dua belas orang pasukan Muslimin di samping Rasul adalah Tholhah bin Ubaidillah . Maka kala itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya, Siapa yang akan menghadapi musuh?’ Thalhah menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah!’ Maka Tholhah pun maju ke arena peperangan menggantikan kesebelas syuhada pasukan. Ketika tangannya terkena pukulan dan hantaman musuh, serta jari-jarinya tertebas pedang mereka, Tholhah hanya berkomentar, ‘Ini sekadar gigitan belaka…’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika kamu mengatakan bismillah, maka malaikat pun akan mengangkatmu dan manusia akan menyaksikan. ‘Kemudian Allah pun mencerai beraikan pasukan musyrikin itu.” (HR. An Nasa’i)

Alangkah tingginya semangat juang Tholhah bin Ubaidillah bersama sebelas Shohabatnya. Mereka pertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi kekasih tercinta, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam di dalam menegakkan agama Alloh. Inilah tanda cinta hakiki. Cinta yang nyata, bukan angan-angan dan pengakuan belaka.

Telah menjadi suatu ketetapan bahwa orang yang menjalin cinta dengan kekasihnya, pasti akan patuh kepada orang yang dicintainya itu. Ia akan berusaha melaksanakan apa yang disukai oleh kekasihnya, dan berusaha sekuat tenaga berupaya menghindari hal-hal yang dibencinya. Begitupun cinta kepada Nabi , akan memotivasi seseorang untuk komitmen terhadap perintah dan larangannya. Kisah kasih para Shahabat terhadap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam telah terukir dalam berbagai kitab Sirah. Di antara sikap mereka terhadap kekasih setianya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah;

1. Segera menuangkan khamr ke jalan-jalan.

Para Shahabat yang benar-benar menjalin cinta sejati kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, tidak hanya menghentikan apa yang menjadi hobi mereka, tetapi lebih dari itu mereka pun bersedia dengan lapang dada dan ridha untuk meninggalkan tradisi-tradisi yang membudaya di kalangan mereka.

Dari Anas bin Malik , dia berkata: “Suatu ketika aku memberi minum khamer di rumah Abu Thalhah , dan khamer mereka waktu itu adalah yang paling rendah mutunya. Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan seseorang penyeru untuk memberitahukan kepada khalayak, ‘Keluarkanlah kendi itu dan tuangkanlah seluruh isinya!’ Maka kendi itu pun aku keluarkan dan isinya kutuangkan hingga habis di sepanjang jalan di Madinah.” (HR. Al Bukhari).

2. Segera menjauhi memakan daging himar (keledai).

Salah satu bukti kecintaan para Shahabat terhadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwasanya ketika mereka dilarang untuk menikmati hal-hal yang menjadi kesukaan mereka, spontan mereka pun segera menjauhi dan menghindarinya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik , bahwasanya suatu ketika telah datang Nabi seorang Shahabat, lalu ia berkata, “Nabi tidak berkomentar sedikit pun. Lalu orang itu datang untuk kedua kalinya kepada beliau dan ia pun berkata, “Daging himar telah dimakan.” Nabi pun diam, tidak menjawab. Pada kali ketiga, orang itu datang lagi dan berkata, “Himar telah habis (dimasak).” Maka Nabi menyuruh seorang munadi (juru penyeru) agar mengumumkan kepada segenap umat Islam, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah melarang kalian makan daging keledai.” Maka seketika itu pula periuk-periuk yang berisi masakan daging keledai yang sudah matang dituangkan ke tanah. (HR. Al Bukhari).

3. Segera melepas gelang.

Demikian pula yang terjadi pada para Shahabat wanita, saat mendengar peringatan dari Rasul perihal pemakaian perhiasan gelang emas yang tidak dizakati. Maka mereka segera pula menanggalkan perhiasannya. Abdullah bin Amr berkata, “Suatu ketika seorang wanita datang menemui Rasulullah bersama putrinya yang mengenakan sepasang gelang emas di tangannya. Maka Rasulullah bertanya, ‘Apakah kau mengeluarkan zakat atas perhiasan gelang emas itu?’ Wanita itu menjawab, ‘Tidak!’ Nabi pun bersabda, ‘Apakah kamu mau jika kelak pada hari Kiamat kamu mendapatkan gelang dari api lantaran sepasang gelang yang engkau pakai itu?’ Lalu wanita tersebut melepas gelangnya dan menyerahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, seraya berkata, ‘Sepasang gelang ini adalah milik Alloh dan Rasul-Nya’.” (HR. Abu Dawud).

4. Segera mengenakan jilbab untuk menutup aurat mereka.

Di saat Alloh dan Rasul-Nya memerintahkan kepada para Shahabat wanita untuk mengenakan jilbab, yaitu sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada, mereka pun dengan segera menarik tirai-tirai rumah untuk menutup aurat mereka, karena perintah Allah dalam firman-Nya: “Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Maka, setiap Muslim wajib mentaati Rasululloh , karena ketika ia mentaati Rasululloh pada hakekatnya ia sedang melakukan ketaatan kepada Alloh . Alloh berfirman: “Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. (QS. An-Nisaa’ [4]: 80)

Mentaati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memiliki dua sisi penting:

Sisi pertama, taat dalam menjalankan semua perintahnya. Sisi kedua, menjauhi semua larangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dua sisi penting ini merupakan hal yang sangat perlu untuk diperhatikan dan dijadikan kaidah dalam hidup kita yaitu tidaklah Rasululloh memerintahkan sesuatu kecuali perintah itu adalah sebuah kebaikan dan tidaklah Rasululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang sesuatu kecuali hal tersebut pasti mengandung keburukan.

Demikianlah, beberapa sikap kisah para Shahabat, yang hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum Muslimin dengan mempertebal keimanan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan segala kandungan keimanan kepadanya dengan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut;

1. Berkorban dengan harta dan jiwa untuk menyebarkan ajaran Rasulullah .

2. Ikhlas mentaati Rasulullah dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau. Allah berfirman: “Jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk.” (QS An Nur: 54)

Semoga kita semua bisa menjadi pengikut Rasulullah yang bisa mewujudkan keimanan kita pada beliau dalam bentuk amal perbuatan nyata dengan melaksanakan apa yang beliau perintahkan termasuk sunnah yang beliau anjurkan.

fimadani.com